Jumat, 08 Agustus 2014

Minyak mentah kembali naik untuk kedua harinya setelah Presiden AS Barack Obama memberi izin untuk serangan udara terhadap Irak, negara produsenminyak terbesar kedua pada Organization of Petroleum Exporting Countries. 

Harga minyak mentah naik sebanyak 1.3% pada sesi London dan 1.1% pada sesi New York. Sementara Obama tidak menyebutkan rencana untuk mengirinkan angkatan darat ke Irak, ia memberikan izin untuk serang udara terhadap militant jika mereka mengancam keselamatan warga AS. Konflik pada negara produsen minyak OPEC sejauh ini belum menganggu produksi minyak di selatan Irak, tempat sekitar ¾ dari output miyak mentahnya.

“Dinamika saat ini telah berubah, dan resiko meningkat,” ucap Michael McCarthy, kepala strategis pada CMC Markets di Sydney. “Pasukan akan ditargetkan pada bagian utara Irak, cukup jauh dari fasilitas produksi minyak,  namun sentimen dapat menggerakkan pasar untuk waktu yang cukup lama.”
Euro anjlok ke level terendah dalam hampir 9-bulan versus Dollar AS pada hari Kamis, setelahEuropean Central Bank mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah dan pemulihan ekonomi yang rapuh akan menjaga kebijakan tetap longgar untuk jangka waktu lebih lama. 

Pasca pertemuan ECB, Presiden Mario Draghi juga mengisyaratkan jika arah kebijakan moneter zona Euro akan berbeda dengan AS. Draghi menambahkan bahwa krisis di Ukraina beresiko mengancam pemulihan ekonomi kawasan yang masih lemah dan tidak merata.

"Draghi beberapa kali menyinggung tentang divergensi dalam kebijakan moneter, namun itu bukan dimaksudkan untuk menekan Euro lebih rendah. Ia hanya ingin mengingatkan jika fundamental pasar tidak mendukung Euro," kata Charles St-Arnaud, ekonom senior Nomura Securities International Inc. di London. 
Dollar Australia merosot ke level terendah sejak 5 Juni terhadap Greenback pada hari Kamis setelah lonjakan angka pengangguran menghidupkan kembali spekulasi tentang pemangkasan suku bunga Reserve Bank of Australia. 

Tingkat pengangguran Australia melonjak ke 6,4% pada bulan lalu dari 6% pada bulan Juni. Jumlah orang bekerja juga turun sebanyak 300, mematahkan ekspektasi kenaikan sebanyak 12.000. Bagaimanapun, Aussie masih terapresiasi 5,5% pada tahun ini dan menjadi yang terbaik di antara 10 mata uang negara maju, dengan suku bunga acuan sebesar 2,5% masih menarik investor.

"Kondisi pasar tenaga kerja yang mengecewakan telah menempatkan Dollar Australia di bawah tekanan, dan data hari ini (Kamis) menegaskan tren tersebut," kata Lee Hardman, analis forexs pada Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di London.
Sterling tergelincir mendekati level terendah 8-pekan versus Dollar AS pasca Bank of England menahan suku bunga acuan pada rekor rendah 0,5%. Monetary Policy Committee telah mempertahankan kebijakan tidak berubah sejak pertemuan pertama di bawah pimpinan Gubernur Mark Carney pada Juli 2013.

Fokus investor berikutnya akan tertuju ke beberapa eventkrusial pekan depan, dimana BoE akan meng-update proyeksi ekonominya dan data pengangguran diprediksi akan menunjukkan penurunan.
"Data pasar tenaga kerja Inggris dan laporan inflasi BoE pekan depan akan menjadi menarik untuk dinantikan," kata Daragh Maher, analis forex HSBC Holdings Plc di London. "Arah Sterling secara keseluruhan masih akan cenderung sideways. Namun data-data AS sepanjang beberapa pekan ke depan bisa menjadi faktor penggerak utama jika dirilis positif."
Hingga sesi siang  di perdagangan hari Jumat (8/8), indeks KOSPI – Korea Selatan terjerumus hingga ke kisaran rendah dalam dua pekan terakhir lantaran terseret sentimen aksi jual di pasar Asia menyusul anjloknya  bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis.
Mayoritas lantai bursa Asia terkoreksi terutama akibat kekhawatiran terhadap meningkatnya konflik di Ukraina sehingga pasar mengabaikan sejumlah laporan earnings yang apik dari AS serta berkurangnya klaim pengangguran di AS.

Bahkan sentimen investor bertambah negatif setelah harian Korea Times melaporkan bahwa kalangan produsen mobil akan terpukul bila Korsel bergabung dengan negara-negara Barat dalam mendukung pemberian sanksi kepada Rusia.
Di lantai bursa Seoul, saham-saham berbasis otomotif dan produsen mobil langsung terkena aksi jual masif setelah kabar tersebut muncul. Saham Hyundai Motor dan KIA Motors masing-masing anjlok 2% dan 2,5%. Sedangkan indeks utama Kospi (KS11) tercatat anjlok hingga (-1.14%) atau tergerus (-23.36) poin pada kisaran area 2031.15.
Secara umum kalangan investor di pasar Korsel terlihat masih cemas dan gelisah setelah muncul kabar atas rencana pemerintah terhadap pengenaan pajak laba perusahaan yang rilis hari Rabu lalu.
Investor asing masih memilih Asia sebagai lokasi penanaman modal favorit di pekan pertama bulan Agustus. China menjadi negara destinasi utama bagi mereka yang ingin meraup laba dari negara berkembang di benua kuning.
Menurut data ANZ dan EPFR, sebanyak US$3.5 miliar uang asing masuk ke pasar modal Asia dalam sepekan terakhir atau turun dari catatan minggu sebelumnya di $4.1 miliar. Namun jumlah modal masuk tersebut masih lebih banyak dibandingkan awal tahun 2014.
Membaiknya data ekonomi Tiongkok mendorong investor asing untuk menempatkan modalnya di saham-saham China daratan. Indikasi ini terlihat jelas dari lonjakan indeks Hang Seng China Enterprises sebanyak 6% sejak awal bulan Juni lalu. Padahal selama periode yang sama, saham Amerika Serikat justru anjlok 1%. 

Pada hari ini, aksi jual melanda bursa saham China terutama pada sektor konstruksi dan perumahan akibat karena investor masih khawatir dengan lesunya pasar properti di China daratan. Tercatat saham Poly Real Estate tergerus 1.5% dan saham Baotou Steel anjlok hingga 3%. Penurunan indeks Shanghai berhasil dibatasi setelah pemerintah merilis data surplus neraca perdagangan yang apik untuk bulan Juli. Neraca perdagangan China tercatat surplus sebesar $47.3 milyar, naik dari surplus $31.60 pada bulan Juni.      

Sedangkan angka eksport China juga tercatat melonjak hingga 14.5% di bulan Juli dari bulan angka sebelumnya sebesar 7.2%. Alhasil indeks Shanghai komposit China akhirnya berhasil pulih dan berubah positif dengan menguat +0.29% atau meraih gain sebanyak +6.34 poin pada kisaran 2194.01 (10.37 WIB). 
Bursa Sydney Australia anjlok hingga lebih dari 1 persen sekaligus mencatat level rendah dalam satu bulan di perdagangan akhir pekan (8/8) setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menegaskan kembali soal periode suku bunga rendah dalam pernyataan kuartalan.
Dalam pernyataan itu bank sentral juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dan tahun depan.
Negeri yang kaya akan sumber daya alam ini diproyeksikan akan tumbuh sebesar 2.5% untuk tahun kalender 2014, diturunkan dari taksiran sebelumnya di bulan Mei lalu sebesar 2.75%.

Sedangkan untuk tahun 2015, RBA memperkirakan ekonomi akan tumbuh antara rentang 2.5% s/d 3.5%, lebih rendah dari prediksi sebelumnya di Mei pada rentang 2.75% s/d 3.75%.
Di lantai bursa nampak saham-saham berbasis pertambangan kembali di terpa aksi jual lantaran terpengaruh merosotnya saham Fortescue Metals dan BHP Billiton yang masing-masing terkoreksi 1 persen.
Namun kali ini saham raksasa Rio Tinto menguat sekitar 0.5% setelah kemarin pihaknya mengumumkan bahwa laba pada semester pertama meningkat sebesar 21% sekaligus mematahkan prediksi pasar dan analis.
Indeks ASX-200 Sydney sendiri hari ini tergerus hingga (-1.27%) dan melorot sebanyak (-70.11) poin pada kisaran 5438.90. 
Sikap aksi jual kembali melanda bursa saham China di awal perdagangan hari Jumat (8/8) lantaran investor terseret sentimen aksi jual di pasar regional menyusul anjloknya bursa saham Wall Street semalam.
Sentimen aksi jual khususnya terlihat pada sektor konstruksi dan perumahan akibat kalangan investor masih khawatir dengan lesunya pasar properti di China daratan. Tercatat saham Poly Real Estate tergerus 1.5% dan saham Baotou Steel anjlok hingga 3%.

Namun penurunan indeks Shanghai akhirnya berhasil dibatasi setelah pemerintah merilis data surplus neraca perdagangan yang apik untuk bulan Juli. Neraca perdagangan China tercatat surplus sebesar $47.3 milyar, naik dari surplus $31.60 pada bulan Juni.      
Sedangkan angka eksport China juga tercatat melonjak hingga 14.5% di bulan Juli dari bulan angka sebelumnya sebesar 7.2%. Namun kuatnya angka penjualan produk China ke luar negeri nampaknya akan mengurangi tekanan terhadap PM Li Keqiang untuk menambah stimulus di semester II sekaligus untuk meningkatkan lagi laju pertumbuhan pada kuartal II lalu.
Alhasil indeks Shanghai komposit China akhirnya berhasil pulih dan berubah positif dengan menguat +0.29% atau meraih gain sebanyak +6.34 poin pada kisaran 2194.01.  
Harga emas menguat karena ekskalasi geopolitik di Irak dan Ukraina. Perbatasan Ukraina dengan Rusia masih memanas sementara Presiden Obama dikabarkan memberikan ijin serangan udara ke posisi militan di Irak.

Harga saat ini di 1318. Resisten terdekat di kisaran 1320 (area fibonacci retracement 61,8% dari 1280-1345). Harga berpeluang menguat ke area 1325 (level tertinggi 17 dan 18 Juli 2014). 

Sementara support di kisaran 1308.50 (dekat MA 200 grafik H4). Harga berpeluang melemah kembali ke area 1301 bila kisaran support ini berhasil dipenetrasi ke bawah.
Pasar masih mewaspadai ekskalasi geopolitik hari ini. Bila terjadi penurunan ekskalasi, harga emas bisa terkoreksi kembali.

·         EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break di bawah area 1.3330 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area support di 1.3285. Resistensi terdekat terlihat di kisaran area 1.3390, break konsisten lainnya di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke area 1.3430.
·         GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break di bawah area 1.6805 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju wilayah 1.6770. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.6910, break konsisten lainnya di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 1.6940.
·         USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi perdagangan terlihat di antara area 101.80 - 102.80, break konsisten di bawah area 101.80 akan memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 101.40. Pada sisi atasnya, hanya break di atas area 102.80 yang akan merubah bias harian kembali menjadi bullish menuju area kunci resisten di 103.00.
·         USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di atas area 0.9120 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju wilayah 0.9155. Support terdekat terlihat di kisaran area 0.9065, break konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke wilayah 0.9025.
·         AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika mampu break kembali di bawah area 0.9240 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9225, sebelum menguji ulang ke wilayah 0.9165. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 0.9330, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke wilayah 0.9360.
·         XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek seiring harga di tutup di atas MA 50-100-200 dalam grafik 1 jam. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 1320, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju wilayah 1325 atau bahkan ke 1330. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 1300, break di bawah area tersebut berpotensi merubah bias menjadi bearish menuju wilayah 1285.
·         Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat di antara area 24470 - 24270, di perlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Break di atas area 24470 dapat memicu bullish lanjutan menargetkan ke area 24580. Untuk sisi bawahnya, break di bawah area 24270 seharusnya merubah bias menjadi bearish menargetkan ke area support kunci di 24000.
·         Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 15000. Penembusan di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut untuk menguji area 14860. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 15190, penembusan konsisten di atas area tersebut akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, berpotensi menguji area 15345.
·         Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di bawah area 265.10, yang akan memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 264.40 atau bahkan lebih rendah. Sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 267.50. Hanya penembusan konsisten di atas level itu yang akan mengubah bias intradaykembali bullish untuk menguji ulang area 268.80 sebelum mengincar area 269.80. 

Kamis, 07 Agustus 2014

Harga minyak mixed pada hari Rabu, dengan minyak WTI berakhir di level terendah baru dalam enam bulan, meskipun data pemerintah menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam cadangan minyak mentah dan penurunan tajam yang tak terduga dalam cadangan bensin.
Kompleks minyak mentah mengalami rebound moderat, setelah data menunjukkan kenaikan permintaan di Amerika Serikat dan dapatkan dukungan yang di dasari oleh kekhawatiran atas masalah geopolitik.

The U.S. Energy Information Administration mengatakan bahwa cadangan minyak mentah AS turun sebanyak 1.8 juta barel, penurunan itu lebih kecil dari yang di laporkan oleh grup industri API pada hari Selasa namun cukup untuk pertahankan rebound dalam kemerosotan harga. Cadangan bensin turun sebanyak 4.4 juta barel, itu menunjukkan kuatnya permintaan.
“Penurunan cadangan bensin dan minyak suling cukup impresif, dan penurunan lebih lanjut dalam cadangan minyak mentah seharusnya berikan kombinasi untuk dukungan pada harga minyak,” kata John Kilduff, seorang analis di Again Capital LLC di New Yorl.

Minyak Brent menguat 30 sen untuk berada di dekat $105 per barel, setelah pada hari Selasa berakhir di level terendah sejak 7 November. Sementara itu minyak WTI bulan September turun sebesar 46 sen untuk berakhir di $96.22 per barel, itu adalah level terendah sejak 3 Februari.
Cadangan minyak mentah di AS turun sebanyak 5.5 juta barel menjadi 363.9 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Agustus, data di tunjukan oleh American Petroleum Institute pada hari Selasa.

http://goo.gl/NUGGWS
Para analis yang di survei Reuters perkirakan untuk penurunan sebanyak 1.7 juta barel.
Harga minyak telah turun lebih dari $10 per barel dalam enam pekan terakhir. Suplai global telah berjalan di atas permintaan, itu menciptakan kelebihan suplai di Atlantic Basin dan Asia. Para trader telah menjadi semakin gugup tentang lemahnya permintaan musiman dan marjin operasional kilang yang rendah di pasar global yang di suplai baik dengan kualitas yang tinggi, seperti minyak WTI.

Namun permintaan di AS terus menguat. Penurunan dalam cadangan minyak AS datang setelah data ekonomi yang optimis pada pekan ini yang termasuk lonjakan dalam aktivitas sektor jasa ke level tertinggi dalam sembilan tahun dan kenaikan yang mengejutkan dalam pemesanan pabrik, tanda-tanda tersebut memungkinkan untuk permintaan minyak yang lebih baik akan segera datang.
10.http://goo.gl/NUGGWSHarga emas menguat seiring meningginya ketegangan di Ukraina. Harga berhasil menembus ke atas level resisten kemarin di 1294 dan menguat ke kisaran 1309. Penguatan emas karena situasi geopolitik biasanya temporer. Harga emas bisa terkoreksi kembali bila ekskalasi menurun.

Siang ini harga bergerak di kisaran 1306. Harga terlihat masih berpotensi menguat selama level support 1301 (yang juga fibonacci retracement 38,2% dari 1287.84-1309.52) tidak terpenetrasi ke bawah. Potensi penguatan ke level tertinggi kemarin di 1309 hingga level MA 200 grafik H4 di kisaran 1310.

Waspada pergerakan korektif di bawah support 1301. Di bawah support ini, harga berpotensi melemah ke area 1296- 1292. (area fibonacci retracement 61,8% dan 78,6% dari 1287.84-1309.52)

Market mover hari ini bisa datang dari event konferensi pers Kepala Bank Sentral Eropa (ECB) pasca rilis hasil rapat kebijakan moneter. Penguatan dollar AS akibat kebijakan pelonggaran moneter ECB bisa mendorong pelemahan harga emas. Dan sebaliknya.
http://goo.gl/NUGGWSTrend penguatan nilai tukar Yuan belum berakhir sampai dengan pekan ke-dua di bulan Agustus 2014. Kurs CNY kembali menguat terhadap US Dollar jelang rilis data perdagangan China edisi Juli.

Pelaku pasar memperkirakan data perdagangan Tiongkok akan memperlihatkan kemajuan dalam sisi volume ekspor. Investor melakukan aksi beli Yuan sehingga nilai tukarnya menembus level tertinggi dalam empat bulan terakhir pada posisi 6.1561 di sesi pagi atau lebih kuat dibandingkan level penutupan hari Rabu (06/08) yakni di 6.1633 per Dollar. Support terdekat kini bergeser ke 6.1550, dan apabila Yuan mampu melanjutkan kenaikan maka support berikutnya ada di 6.1500. 
 
Kembali ke data, pertumbuhan ekspor China diperkirakan mencapai 8% dibandingkan bulan Juli 2013. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan ekspor tahunan bulan Juni yang sebesar 7.2% (survei Wall Street Journal). Adapun level paritas USD/CNY dipatok pada 6.1670, dibandingkan paritas satu hari Rabu yang sebesar 6.1681. Di luar negeri, non-deliverable forward (NDF) 1 tahun USD/CNY terpantau naik dari 6.2253/6.2287 (Rabu) ke 6.2265/6.2311.
Yen mempertahankan gain dari kemarin terhadap sejumlah mata uang utama seiring meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara pihak Barat terkait masalah Ukraina mendorong tingkat permintaan safe haven. Yen Jepang sempat melejit terhadap dollar kemarin di tengah spekulasi adanya “fat-finger,” atau perdagangan yang tidak disengaja. 
          
http://goo.gl/NUGGWS“Mengingat masih adanya ketidakpastian yang signifikan mengenai Ukraina dan juga di Gaza, tingkat permintaan untuk yen dapat terus naik,” ucap Kymberly Martin, strategis pasar pada Bank of New Zealand Ltd di Wellington. “Downtrend pada euro nampaknya dapat berlanjut, mengingat Draghi yang kemungkina tidak akan mengambil sikap hawkish dan tidak sensitive terhadap buruknya data dari zona euro, ucapnya.

Dengan pasukan Ukraina mendekati markas separatis yang tersisa di wilayah timur, Presiden Rusia Vladimir Putin sedang didesak untuk memutuskan seberapa jauh ia siap membela pemberontak separatis pro-Rusia. Opsi untuk Putin mulai dari invasi atas nama misi perdamaian hingga mengabaikan pemberontak untuk menghindari sanksi tambahan dari AS dan Uni Eropa, ucap politisi, penasihat, dan analis dari Moskow hingga AS.
Euro melemah secara luas pada hari Kamis setelah sejumlah data yang mengecewakan dari Italia dan Jerman memperkeruh sentimen untuk euro hanya beberapa jam menjelang review kebijakan oleh European Central Bank. Italia di luar perkiraan kembali jatuh ke dalam resesi pada kuartal kedua, sementara tingkat pesanan industri di Jerman mencetak penurunan bulanan terbesar sejak September 2011. 

Investor melakukan aksi jual terhadap euro, mendorong euro ke level terendah dalam lebih dari 8 bulan terhadap yen dan level rendah 3 pekan terhadap franc Swiss. Terhadap dollar, euro awalnya anjlok ke level rendah 9 bulan, namun kemudian memangkas semua pelemahan dan pulih untuk diperdagangkan di sekitar level $1.3385. Pemulihan euro terjadi ketika dollar melemah secara tajam terhadap yen dalam kondisi pasar yang sepi setelah pasar Eropa ditutup kemarin.

"Menurut pengamatan institusi perdagangan hal ini adalah panic selling yang membuat banyak spekulan yang cemas terhadap posisi mereka," ucap David Rodriguez, strategis pada DailyFX. "Volatilitas yang data secara mengejutkan menggarisbawahi resiko di bawah permukaan seiring volatilitas pasar mata uang mendekati rekor rendah. Sudah jelas banyak trader yang cemas terhadap pergerakan mata uang utama selanjutnya hanya flat, dan posisi beresiko oleh spekulan akan ditutup pada sinyal awal bahaya."
http://goo.gl/NUGGWS

Fokus investor saat ini tertuju pada hasil pertemuan kebijakan ECB hari ini. ECB diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga seiring mempertimbangkan dampak pemangkasan suku bunga di bulan Juni lalu, saat ECB juga menjanjikan pinjaman murah jangka panjang untuk sektor perbankan yang mencapai hingga 1 trilyun euro mulai dari bulan September. 

Bagimanapun juga, data hari Rabu bersama dengan tingkat inflasi zona euro yang masih melekat di level rendah akan membuat ekspektasi pasar terhadap quantitative easing dari bank sentral tetap hidup. Pasar akan menantikan bagaimana Presiden ECB Mario Draghi menggambarkan situasi perekonomian saat ini, mengingat meningkatnya resiko terhadap perekonomian Jerman dan dampak sanksi atas Rusia dan resiko geopolitik mungkin akan memangkas outlook ECB.
Aussie terpuruk setelah data tenaga kerja Australia menggerogoti outlook pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja di Australia berkurang sebanyak 300 untuk bulan Juli; lebih buruk dari estimasi kenaikan 12.000 dan revisi publikasi sebelumnya yang bertambah sebesar 14.900. 

http://goo.gl/NUGGWS
Di lain pihak, tingkat pengangguran Australia mencapai 6,4% untuk bulan Juli; lebih tinggi dari estimasi dan publikasi sebelumnya 6,0%. AUD/USD kini diperdagangkan di level 0.9297; menjauhi level tinggi harian 0.9356. Dengan kondisi tenaga kerja Australia yang memburuk maka ini tentunya dapat mendorong RBA untuk tidak tergesa-gesa mengetatkan kebijakan moneternya dalam waktu dekat. Ini dapat mengecewakan sebagian investor yang berharap RBA dapat secepatnya menaikan suku bunga pada awal tahun 2015. 

Di awal pekan, RBA kembali mempertahankan suku bunga di level rendah 2,5% demi membantu transisi perekonomian Australia seiring berakhirnya booming investasi di sektor komoditas.
Euro menyentuh level terendah 9-bulan baru versus Dollar AS menyusul kejatuhan kembali Italia ke dalam resesi pada kuartal ke-2. Ekonomi Italia menyusut 0,2% setelah berkontraksi 0,1% pada 3 bulan sebelumnya, menurut laporan Istat  hari Rabu. Sentimen kian diperburuk oleh data pesanan industri Jerman bulan Juni, yang mencatat penurunan tertajam dalam hampir 3 tahun.

http://goo.gl/NUGGWSKekhawatiran investor atas konflik geopolitik juga meningkat pasca berita menyebutkan sekitar 20.000 tentara Rusia telah berkumpul di perbatasan Ukraina. Fokus investor selanjutnya akan tertuju pada rapat kebijakan European Central Bank hari Kamis.

"Sulit bagi beberapa investor untuk mengabaikan faktor Rusia, karena alasan likuiditas, yang secara efektif mendorong penjualan proxy Euro seiring eskalasi kekhawatiran seputar ketegangan antara Barat dan Rusia," kata Valentin Marinov, kepala strategi mata uang G10 pada Citigroup.

"Semua itu beresiko menghambat pemulihan zona Euro yang sudah lemah, sehingga memacu spekulasi bahwa ECB akan lebih agresif memperlonggar kebijakan. Hal itu membebani mata uang tunggal."
Dollar Kanada berbalik menguat seiring Statistics Canada mengatakan jika minyak mentah dan logam telah mendorong ekspor menorehkan rekor tertinggi. Yang memberikan surplus perdagangan sebesar C$1,86 milyar ($1,69 milyar) pada bulan Juni, terbesar sejak Desember 2011.
http://goo.gl/NUGGWS

Gubernur Bank of Canada Stephen Poloz mengandalkan kinerja ekspor tahun ini dan selanjutnya untuk membawa ekonomi kembali ke output penuh. Bagaimanapun, neraca perdagangan masih belum pulih dari hantaman resesi global tahun 2008. Kanada mencatat rata-rata surplus C$4,8 milyar dalam periode tahun 2000-2007.

"Dollar Kanada yang relatif lemah dan akselerasi pemulihan AS menjadi pertanda baik bagi keberlanjutan pertumbuhan ekspor di sepanjang sisa tahun ini," kata ekonom Toronto-Dominion Bank, Brian DePratto.
Sterling tergelincir menuju level terendah dalam 8-pekan terhadap Greenback menyusul buruknya data output industri dan manufaktur Inggris bulan Juni. Yang meredam harapan kenaikan suku bunga Bank of England pada tahun ini. Sebuah indeks yang mengukur ekspektasi inflasi untuk satu dekade berikutnya juga merosot ke level terendah sejak Januari 2013. Meskipun Monetary Policy Committee BoE telah memulai pertemuan 2-hari pada hari Rabu, investor akan cenderung menantikan rilis minutes pada 20 Agustus guna memperoleh sinyal kenaikan suku bunga.
http://goo.gl/NUGGWS
"Pasar telah semakin menyadari resiko pada Sterling," kata Michael Sneyd, analis forex BNP Paribas SA di London. "Sebagian didasarkan fakta bahwa data mulai melemah, serta seputar referendum Skotlandia."

Para pemimpin politik pada hari Selasa kemarin telah menggelar debat terkait referendum Skotlandia pada 18 September mendatang. Dalam debat pertama yang disiarkan langsung oleh televisi itu, pemimpin nasionalis Skotlandia Alex Salmond menilai jika kemerdekaan merupakan kesempatan untuk membuat Skotlandia lebih demokratis, lebih berkeadilan sosial dan memaksimalkan sumber dayanya. Sementara mantan menteri keuangan Alistair Darling, yang menentang wacana itu, mengatakan jika Parlemen Skotlandia masih mungkin mendapatkan kekuasaan yang lebih kuat tanpa harus melepaskan diri dari Inggris.
Indeks utama Hang Seng kembali terkoreksi untuk hari ke-2 di hari Kamis (7/8), dan kali ini penyebab utamanya terkait sektor kasino yang mengalami aksi jual. Selain itu penurunan indeks juga lantaran terseret oleh pasar Shanghai yang tergerus oleh sektor properti.  

http://goo.gl/NUGGWSDi lantai bursa nampak saham Galaxy Entertainment Corp. merosot 5.4%, dan saham Sands China Ltd. anjlok 5.8%. Sedangkan pengelola kasino lainnya juga mengalami hal yang sama seperti Wynn Macau Ltd. merugi hingga 5.5%, MGM China Holdings Ltd. terpuruk 4.9%, Melco Crown Entertainment Ltd. ambruk 4.8%, dan saham SJM Holdings Ltd. anjlok hingga 4.1%.

Koreksi sektor kasino kali ini menyusul adanya protes dari sejumlah karyawan yang menuntut penyesuaian gaji dan tunjangan. Dan sepanjang pekan ini sektor tersebut juga telah mengalami kerugian akibat merosotnya angka pendapatan judi di Macau.

Selain itu, sektor pengembang dan perumahan hari ini kembali terkoreksi akibat merebaknya kekhawatiran terhadap merosotnya sektor properti di China. Sebuah survei terbaru dari Standard Chartered menunjukkan bahwa sektor konstruksi masih dalam fase melambat, sedangkan para pengembang terus menghadapi penjualan yang buruk.

Indeks utama Hang Seng tercatat melemah (-0.42%) dan tergerus (-104.46) poin pada kisaran 24479.67.
Lantai bursa Shanghai China kembali terkikis pada kisaran negatif di hari Kamis (7/8) setelah sesi kemarin merosot akibat aksi ambil untung oleh kalangan investor setelah saham blue-chip rally pada sesi sebelumnya.   
http://goo.gl/NUGGWS 
Aksi jual hari ini kembali terjadi pada sektor pengembang dan properti akibat merebaknya kekhawatiran terhadap merosotnya sektor properti di China. Sebuah survei terbaru dari Standard Chartered menunjukkan bahwa sektor konstruksi masih melambat, sedangkan para pengembang terus menghadapi penjualan yang buruk.

Di lantai bursa nampak saham-saham berbasis pengembang real-estate kembali merosot hari ini dengan saham Poly Real Estate dan Gemdale masing-masing tergerus hampir 1 persen. Kemarin, sektor ini mengalami kemerosotan paling besar lantaran kalangan investor kaget dan cemas setelah hasil pelelangan lahan dan tanah di Beijing pada pekan lalu, hasilnya tidak banyak terjual. Dan hasil lelang tersebut merupakan pelelangan terburuk untuk kali pertama sejak tahun 2011 silam.

Indeks utama Shanghai komposit China kini tercatat melemah -0.22% dan tergerus -4.90 poin pada kisaran 2212.56.
Kospi  mencatatkan pelemahan tipis seiring merebaknya kewaspadaan atas resiko geo-politik dunia di tengah munculnya ancaman invasi Rusia ke Ukraina. NATO mengatakan ada 20.000 tentara Rusia yang berada dekat area perbatasan antara Rusia-Ukraina. 

http://goo.gl/NUGGWSLokasi tentara tersebut bahkan lebih dekat jika dibandingkan dengan lokasi tentara Rusia ketika Kremlin mencaplok Crimea dari Ukraina. Sementara itu, Rusia melarang dan membatasi impor makanan dan produk pertanian selama satu tahun dari negara yang telah memberikan ataupun mendukung sanksi terhadap Rusia.  

Kospi futures turun 0,17% dan kini diperdagangkan di level 267.35. Dari domestik, Kementrian keuangan Korea Selatan merubah sistem perpajakan sebagai upaya pemerintah untuk mendorong aliran dana dari perusahaan kepada rumah tangga sehingga dapat turut memacu aktivitas perekonomian. 

Korea Selatan memberlakukan pajak baru kepada perusahaan yang tidak mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk investasi dan upah karyawan. Seoul juga menurunkan pajak atas pendapatan dividen sehingga dapat memacu aliran dana dari perusahaan kepada investor.
Nikkei mencatatkan pelemahan tipis setelah berlanjutnya penguatan yen menggerogoti optimisme investor terhadap outlook pendapatan eksportir Jepang. USD/JPY menyentuh 102.02 di awal sesi Asia; semakin menjauhi level terlemah 3 bulan 103.08 yang diraih pekan lalu. 

Jika penguatan yen berlanjut maka ini dapat membebani daya saing eksportir Jepang di pasar internasional. Nikkei futures turun 0,03% dan kini diperdagangkan di level 15125. Investor juga terlihat waspada dengan resiko geo-politik dunia di tengah munculnya ancaman invasi Rusia ke Ukraina. 

http://goo.gl/NUGGWS
NATO mengatakan ada 20.000 tentara Rusia yang berada dekat area perbatasan antara Rusia-Ukraina. Lokasi tentara tersebut bahkan lebih dekat jika dibandingkan dengan lokasi tentara Rusia ketika Kremlin mencaplok Crimea dari Ukraina. Sementara itu, Rusia melarang dan membatasi impor makanan dan produk pertanian selama satu tahun dari negara yang telah memberikan ataupun mendukung sanksi terhadap Rusia.
Bursa saham AS berakhir hanya sedikit berubah, setelah ekuitas tergelincir ke level terendah dalam dua bulan kemarin, di tengah penurunan saham Sprint Corp. dan Time Warner Inc. atas berita merjer yang di imbangi oleh kenaikan saham perusahaan bahan pokok konsumen.
http://goo.gl/NUGGWSSaham Sprint turun sebanyak 19% setelah orang yang mengetahui hal tersebut mengatakan bahwa mereka akhiri pembicaraan untuk akuisisi T-Mobile US Inc. Saham Time Warner merosot sebanyak 13% setelah Rupert Murdoch’s 21st Century Fox Inc menarik diri dari tawaran pengambilalihan. Saham Molson Coors Brewing Co. dan Kellogg Co. pimpin penguatan di saham perusahaan bahan pokok konsumen.

Indeks S&P 500 berakhir datar di 1,920.23. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 13.87 poin, atau 0.1%, untuk di tutup di 16,443.34. Dan indeks Nasdaq Composite menguat sebesar 2.22 poin menjadi 4,355.05.

“Ada banyak suara sumbang kedepannya, namun kami masih melihat fundamental yang cenderung bergerak lebih tinggi,” kata Sam Turner, seorang manajer keuangan di Riverfront Investment Group LLC, di Richmond. “Kita mungkin akan tergelincir kembali, namun kami merekomendasikan untuk membeli di saat harga jatuh.”

Indeks S&P 500 kemarin tergelincir sebesar 1% ke level terendah sejak bulan Mei seiring meningkatnya ketegangan atas Ukraina. Indeks patokan telah turun sebanyak 3.4% sejak mencapai rekor tertingginya di 1,987.98 pada tanggal 24 Juli. Indeks patokan merosot ke level terdalam sejak Juni 2012 pada pekan lalu seiring perusahaan di seluruh dunia membukukan hasil yang mengecewakan, krisis di Argentina dan Banco Espirito Santo SA yang di suruh tingkatkan modalnya.

·         EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break di bawah area 1.3330 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area support di 1.3285. Resistensi terdekat terlihat di kisaran area 1.3390, break konsisten lainnya di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke area 1.3430.
·         GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break di bawah area 1.6805 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju wilayah 1.6770. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.6910, break konsisten lainnya di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 1.6940.
·         USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi perdagangan terlihat di antara area 102.10 - 102.95, break konsisten di bawah area 102.10 akan memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 101.70. Pada sisi atasnya, hanya break di atas area 102.95 yang akan merubah bias harian kembali menjadi bullish menuju area kunci resisten di 103.50.
·         USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di atas area 0.9120 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju wilayah 0.9155. Support terdekat terlihat di kisaran area 0.9065, break konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke wilayah 0.9025.
·         AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break kembali di bawah area 0.9290 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9250, sebelum menguji ulang ke wilayah 0.9230. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 0.9350, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke wilayah 0.9380.
·         XAU/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat di antara area 1310 - 1295, di perlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atas, break di atas area 1.310 seharusnya merubah bias menjadi bullish menuju wilayah 1318. Dan untuk sisi lainnya, break di bawah area 1.295 dapat memicu dapat merubah bias berubah menjadi bearish menargetkan area 1.280 sebagai level support selanjutnya.
 ·         Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek, berpotensi menguji area resisten 24540. Penembusan di atas area tersebut akan menambah tekanan bullish untuk menguji area 24670. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat terlihat disekitar area 24430, penembusan dan gerakan konsisten di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish menuju area 24280.
·      Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 15000. Penembusan di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut untuk menguji area 14860. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 15170, penembusan konsisten di atas area tersebut akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, berpotensi menguji area 15280.
·         Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek, dibutuhkan penembusan di bawah area 266.80 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 265.20. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 268.75 Penembusan dan gerakan konsisten di atas area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, berpotensi menguji kembali area 269.90, sebelum membidik area 270.40 jika area tersebut tertembus.