Jumat, 08 Agustus 2014

21st Century Fox Inc. melaporkan laba kuartalan yang lampaui estimasi analis, di bantu oleh kinerja dari divisi film dan TV kabel mereka, satu hari setelah di gugurkannya tawaran sebesar $75 milyar untuk Time Warner Inc.

Pemilik dan CEO Rupert Murdoch, pada panggilan konfrensi dengan investor kemarin setelah perilisan earnings, menyebutkan bahwa keputusan tentang Time Warner adalah “pasti” dan dia mengatakan bahwa Fox “telah menyelesaikan strategi perusahaan” jadi tidak di perlukannya akuisisi.

Dengan berakhirnya tawaran, para eksekutif Fox menyoroti rekor keuntungan dari film dan pertumbuhan dari program tv kabel. Penjualan dari film-film Box-office seperti dari “X-Men: Days of Future Past” dan “Rio 2,” bersamaan dengan tambahan pendapatan dari Yes Networks, yang telah membantu mengatasi iklim yang sulit untuk iklan tv kabel dan Fox Broadcasting’s yang berjuang untuk mengembangkan program-program yang hits untuk menggantikan program “American Idol” yang mulai memudar.

Laba di kuartal ke empat yang tidak termasuk beberapa items di bisnis hiburan Murdoch naik menjadi 42 sen per saham dari 31 sen persaham pada setahun yang lalu, kata Fox dalam pernyataannya kemarin. Proyeksi analis berada di pembacaan 39 sen, itu adalah estimasi rata-rata dari 18 analis. Pendapatan tumbuh sebesar 17% menjadi $8.42 milyar di period yang berakhir 30 Juni, itu mengalahkan estimasi untuk kenaikan $8 milyar.

“Sumbangan dari  program TV cukup lemah, yang mana kita bicarakan tentang seberapa pentingnya “American Idol,” kata Brett Harruss, analis di  Gabelli & Co. yang rekomendasikan saham ini. “Jumlah iklan di tv kabel mereka sangat kuat.”
Minyak mentah kembali naik untuk kedua harinya setelah Presiden AS Barack Obama memberi izin untuk serangan udara terhadap Irak, negara produsenminyak terbesar kedua pada Organization of Petroleum Exporting Countries

Harga minyak mentah naik sebanyak 1.3% pada sesi London dan 1.1% pada sesi New York. Sementara Obama tidak menyebutkan rencana untuk mengirinkan angkatan darat ke Irak, ia memberikan izin untuk serang udara terhadap militant jika mereka mengancam keselamatan warga AS. Konflik pada negara produsen minyak OPEC sejauh ini belum menganggu produksi minyak di selatan Irak, tempat sekitar ¾ dari output miyak mentahnya.

“Dinamika saat ini telah berubah, dan resiko meningkat,” ucap Michael McCarthy, kepala strategis pada CMC Markets di Sydney. “Pasukan akan ditargetkan pada bagian utara Irak, cukup jauh dari fasilitas produksi minyak,  namun sentimen dapat menggerakkan pasar untuk waktu yang cukup lama.”
Euro anjlok ke level terendah dalam hampir 9-bulan versus Dollar AS pada hari Kamis, setelahEuropean Central Bank mengatakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah dan pemulihan ekonomi yang rapuh akan menjaga kebijakan tetap longgar untuk jangka waktu lebih lama. 

Pasca pertemuan ECB, Presiden Mario Draghi juga mengisyaratkan jika arah kebijakan moneter zona Euro akan berbeda dengan AS. Draghi menambahkan bahwa krisis di Ukraina beresiko mengancam pemulihan ekonomi kawasan yang masih lemah dan tidak merata.

"Draghi beberapa kali menyinggung tentang divergensi dalam kebijakan moneter, namun itu bukan dimaksudkan untuk menekan Euro lebih rendah. Ia hanya ingin mengingatkan jika fundamental pasar tidak mendukung Euro," kata Charles St-Arnaud, ekonom senior Nomura Securities International Inc. di London
Dollar Australia merosot ke level terendah sejak 5 Juni terhadap Greenback pada hari Kamis setelah lonjakan angka pengangguran menghidupkan kembali spekulasi tentang pemangkasan suku bunga Reserve Bank of Australia. 

Tingkat pengangguran Australia melonjak ke 6,4% pada bulan lalu dari 6% pada bulan Juni. Jumlah orang bekerja juga turun sebanyak 300, mematahkan ekspektasi kenaikan sebanyak 12.000. Bagaimanapun, Aussie masih terapresiasi 5,5% pada tahun ini dan menjadi yang terbaik di antara 10 mata uang negara maju, dengan suku bunga acuan sebesar 2,5% masih menarik investor.

"Kondisi pasar tenaga kerja yang mengecewakan telah menempatkan Dollar Australia di bawah tekanan, dan data hari ini (Kamis) menegaskan tren tersebut," kata Lee Hardman, analis forexs pada Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di London.
Sterling tergelincir mendekati level terendah 8-pekan versus Dollar AS pasca Bank of England menahan suku bunga acuan pada rekor rendah 0,5%. Monetary Policy Committee telah mempertahankan kebijakan tidak berubah sejak pertemuan pertama di bawah pimpinan Gubernur Mark Carney pada Juli 2013.

Fokus investor berikutnya akan tertuju ke beberapa eventkrusial pekan depan, dimana BoE akan meng-update proyeksi ekonominya dan data pengangguran diprediksi akan menunjukkan penurunan.
"Data pasar tenaga kerja Inggris dan laporan inflasi BoE pekan depan akan menjadi menarik untuk dinantikan," kata Daragh Maher, analis forex HSBC Holdings Plc di London. "Arah Sterling secara keseluruhan masih akan cenderung sideways. Namun data-data AS sepanjang beberapa pekan ke depan bisa menjadi faktor penggerak utama jika dirilis positif."
Hingga sesi siang  di perdagangan hari Jumat (8/8), indeks KOSPI – Korea Selatan terjerumus hingga ke kisaran rendah dalam dua pekan terakhir lantaran terseret sentimen aksi jual di pasar Asia menyusul anjloknya  bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis.
Mayoritas lantai bursa Asia terkoreksi terutama akibat kekhawatiran terhadap meningkatnya konflik di Ukraina sehingga pasar mengabaikan sejumlah laporan earnings yang apik dari AS serta berkurangnya klaim pengangguran di AS.

Bahkan sentimen investor bertambah negatif setelah harian Korea Times melaporkan bahwa kalangan produsen mobil akan terpukul bila Korsel bergabung dengan negara-negara Barat dalam mendukung pemberian sanksi kepada Rusia.
Di lantai bursa Seoul, saham-saham berbasis otomotif dan produsen mobil langsung terkena aksi jual masif setelah kabar tersebut muncul. Saham Hyundai Motor dan KIA Motors masing-masing anjlok 2% dan 2,5%. Sedangkan indeks utama Kospi (KS11) tercatat anjlok hingga (-1.14%) atau tergerus (-23.36) poin pada kisaran area 2031.15.
Secara umum kalangan investor di pasar Korsel terlihat masih cemas dan gelisah setelah muncul kabar atas rencana pemerintah terhadap pengenaan pajak laba perusahaan yang rilis hari Rabu lalu.
Investor asing masih memilih Asia sebagai lokasi penanaman modal favorit di pekan pertama bulan Agustus. China menjadi negara destinasi utama bagi mereka yang ingin meraup laba dari negara berkembang di benua kuning.
Menurut data ANZ dan EPFR, sebanyak US$3.5 miliar uang asing masuk ke pasar modal Asia dalam sepekan terakhir atau turun dari catatan minggu sebelumnya di $4.1 miliar. Namun jumlah modal masuk tersebut masih lebih banyak dibandingkan awal tahun 2014.
Membaiknya data ekonomi Tiongkok mendorong investor asing untuk menempatkan modalnya di saham-saham China daratan. Indikasi ini terlihat jelas dari lonjakan indeks Hang Seng China Enterprises sebanyak 6% sejak awal bulan Juni lalu. Padahal selama periode yang sama, saham Amerika Serikat justru anjlok 1%. 

Pada hari ini, aksi jual melanda bursa saham China terutama pada sektor konstruksi dan perumahan akibat karena investor masih khawatir dengan lesunya pasar properti di China daratan. Tercatat saham Poly Real Estate tergerus 1.5% dan saham Baotou Steel anjlok hingga 3%. Penurunan indeks Shanghai berhasil dibatasi setelah pemerintah merilis data surplus neraca perdagangan yang apik untuk bulan Juli. Neraca perdagangan China tercatat surplus sebesar $47.3 milyar, naik dari surplus $31.60 pada bulan Juni.      

Sedangkan angka eksport China juga tercatat melonjak hingga 14.5% di bulan Juli dari bulan angka sebelumnya sebesar 7.2%. Alhasil indeks Shanghai komposit China akhirnya berhasil pulih dan berubah positif dengan menguat +0.29% atau meraih gain sebanyak +6.34 poin pada kisaran 2194.01 (10.37 WIB). 
Bursa Sydney Australia anjlok hingga lebih dari 1 persen sekaligus mencatat level rendah dalam satu bulan di perdagangan akhir pekan (8/8) setelah Reserve Bank of Australia (RBA) menegaskan kembali soal periode suku bunga rendah dalam pernyataan kuartalan.
Dalam pernyataan itu bank sentral juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini dan tahun depan.
Negeri yang kaya akan sumber daya alam ini diproyeksikan akan tumbuh sebesar 2.5% untuk tahun kalender 2014, diturunkan dari taksiran sebelumnya di bulan Mei lalu sebesar 2.75%.

Sedangkan untuk tahun 2015, RBA memperkirakan ekonomi akan tumbuh antara rentang 2.5% s/d 3.5%, lebih rendah dari prediksi sebelumnya di Mei pada rentang 2.75% s/d 3.75%.
Di lantai bursa nampak saham-saham berbasis pertambangan kembali di terpa aksi jual lantaran terpengaruh merosotnya saham Fortescue Metals dan BHP Billiton yang masing-masing terkoreksi 1 persen.
Namun kali ini saham raksasa Rio Tinto menguat sekitar 0.5% setelah kemarin pihaknya mengumumkan bahwa laba pada semester pertama meningkat sebesar 21% sekaligus mematahkan prediksi pasar dan analis.
Indeks ASX-200 Sydney sendiri hari ini tergerus hingga (-1.27%) dan melorot sebanyak (-70.11) poin pada kisaran 5438.90. 
Sikap aksi jual kembali melanda bursa saham China di awal perdagangan hari Jumat (8/8) lantaran investor terseret sentimen aksi jual di pasar regional menyusul anjloknya bursa saham Wall Street semalam.
Sentimen aksi jual khususnya terlihat pada sektor konstruksi dan perumahan akibat kalangan investor masih khawatir dengan lesunya pasar properti di China daratan. Tercatat saham Poly Real Estate tergerus 1.5% dan saham Baotou Steel anjlok hingga 3%.

Namun penurunan indeks Shanghai akhirnya berhasil dibatasi setelah pemerintah merilis data surplus neraca perdagangan yang apik untuk bulan Juli. Neraca perdagangan China tercatat surplus sebesar $47.3 milyar, naik dari surplus $31.60 pada bulan Juni.      
Sedangkan angka eksport China juga tercatat melonjak hingga 14.5% di bulan Juli dari bulan angka sebelumnya sebesar 7.2%. Namun kuatnya angka penjualan produk China ke luar negeri nampaknya akan mengurangi tekanan terhadap PM Li Keqiang untuk menambah stimulus di semester II sekaligus untuk meningkatkan lagi laju pertumbuhan pada kuartal II lalu.
Alhasil indeks Shanghai komposit China akhirnya berhasil pulih dan berubah positif dengan menguat +0.29% atau meraih gain sebanyak +6.34 poin pada kisaran 2194.01.  
Harga emas menguat karena ekskalasi geopolitik di Irak dan Ukraina. Perbatasan Ukraina dengan Rusia masih memanas sementara Presiden Obama dikabarkan memberikan ijin serangan udara ke posisi militan di Irak.

Harga saat ini di 1318. Resisten terdekat di kisaran 1320 (area fibonacci retracement 61,8% dari 1280-1345). Harga berpeluang menguat ke area 1325 (level tertinggi 17 dan 18 Juli 2014). 

Sementara support di kisaran 1308.50 (dekat MA 200 grafik H4). Harga berpeluang melemah kembali ke area 1301 bila kisaran support ini berhasil dipenetrasi ke bawah.
Pasar masih mewaspadai ekskalasi geopolitik hari ini. Bila terjadi penurunan ekskalasi, harga emas bisa terkoreksi kembali.

·         EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break di bawah area 1.3330 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area support di 1.3285. Resistensi terdekat terlihat di kisaran area 1.3390, break konsisten lainnya di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke area 1.3430.
·         GBP/USDBias bearish dalam jangka pendek namun kita perlu break di bawah area 1.6805 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju wilayah 1.6770. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.6910, break konsisten lainnya di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 1.6940.
·         USD/JPY. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi perdagangan terlihat di antara area 101.80 - 102.80, break konsisten di bawah area 101.80 akan memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 101.40. Pada sisi atasnya, hanya break di atas area 102.80 yang akan merubah bias harian kembali menjadi bullish menuju area kunci resisten di 103.00.
·         USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di atas area 0.9120 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju wilayah 0.9155. Support terdekat terlihat di kisaran area 0.9065, break konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke wilayah 0.9025.
·         AUD/USDBias bearish dalam jangka pendek terutama jika mampu break kembali di bawah area 0.9240 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9225, sebelum menguji ulang ke wilayah 0.9165. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 0.9330, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke wilayah 0.9360.
·         XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek seiring harga di tutup di atas MA 50-100-200 dalam grafik 1 jam. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 1320, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju wilayah 1325 atau bahkan ke 1330. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat berada di area 1300, break di bawah area tersebut berpotensi merubah bias menjadi bearish menuju wilayah 1285.
·         Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat di antara area 24470 - 24270, di perlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Break di atas area 24470 dapat memicu bullish lanjutan menargetkan ke area 24580. Untuk sisi bawahnya, break di bawah area 24270 seharusnya merubah bias menjadi bearish menargetkan ke area support kunci di 24000.
·         Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 15000. Penembusan di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut untuk menguji area 14860. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 15190, penembusan konsisten di atas area tersebut akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, berpotensi menguji area 15345.
·         Kospi FuturesBias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break di bawah area 265.10, yang akan memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 264.40 atau bahkan lebih rendah. Sebaliknya, resistensi terdekat berada di area 267.50. Hanya penembusan konsisten di atas level itu yang akan mengubah bias intradaykembali bullish untuk menguji ulang area 268.80 sebelum mengincar area 269.80