Senin, 04 Agustus 2014

Harga gula di Bursa ICE US dan LIFFE pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Agustus 2014, terpantau mengalami pelemahan signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga gula di kedua bursa tersebut dipicu oleh sentimen negatif kuat dari posisi supply gula global dalam jangka pendek.

Trend bearish pada harga gula terpantau masih berlanjut pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US dan LIFFE. Kondisi supply yang terus menekan pergerakan harga gula, disaat belum ada fundamental kuat terkait pergerakan demand membuat harga gula kian tergerus di bursa. Hal tersebut bahkan diperburuk oleh kondisi persediaan gula yang dikabarkan sedang mengalami penumpukan di pasar global untuk perdagangan jangka pendek. Imbas hal tersebut, harga gula semakin tergerus hingga level terendah 7 bulan.

http://goo.gl/rcloKc
Walaupun demikian, harga gula pada pekan lalu sempat mengalami rebound akibat adanya dorongan dari prediksi output gula jangka panjang. Kondisi cuaca global yang diprediksi akan kurang mendukung sektor agrikultur di akhir tahun khususnya bagi wilayah Brasil dan Asia Tenggara, berpotensi menganggu pertumbuhan tebu di wilayah tersebut. Namun, dorongan sentimen positif tersebut, tertutup kuat oleh tumpukan persediaan untuk jangka pendek.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US, harga gula terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Oktober 2014 turun 4,61% ke tingkat harga $16,35/ton atau melemah $0,79/ton.

Sementara pada perdaganga di Bursa LIFFE, harga gula putih juga ditutup melemah signifikan pekan lalu. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Oktober turun 2,7% ke tingkat harga $435,70/ton atau melemah $12,20/ton.

Para analis memprediksi harga gula akan cenderung bergerak kembali melemah pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya sentimen negatif dari penumpukan supply gula global. Terkait pergerakan harga gula, range normal diprediksi akan berada di kisaran $16,00-$16,60 pada gula ICE US dan $430-$440 pada gula LIFFE.
Untuk pertama kalinya sepanjang tahun 2014, harga barang yang dijual oleh pabrik-pabrik di zona Euro mengalami kenaikan. Angka indeks harga produsen atau producer price index (PPI) edisi Juni menandakan bahwa wilayah pengguna mata uang tunggal mulai pulih dari fase inflasi rendah. 
 
http://goo.gl/MOQklRBadan Statistik European Union mengumumkan bahwa producer prices naik 0.1% dibandingkan bulan Mei namun masih lebih rendah 0.8% dibandingkan bulan Juni 2013. Sebagai catatan pada bulan Mei lalu, PPI tahunan anjlok sampai 1.0%. 

Kenaikan angka PPI menunjukkan bahwa kecil kemungkinan bagi harga konsumen untuk naik drastis pada beberapa bulan ke depan. Pada hari Kamis lalu, Eurostat menyebut bahwa inflasi tahunan turun menjadi 0.4% di bulan Juli atau level terendahnya sejak Oktober 2009, dan berada di bawah target European Central Bank(<2%). Namun demikian, pakar ekonomi memperkirakan inflasi harga konsumen akan menurun di bulan Agustus atau September. Fakta bahwa terjadi lonjakan harga di level produsen memperkuat prediksi tersebut. 

Untuk merespon lambatnya laju pertumbuhan dan inflasi yang rendah, ECB menyediakan stimulus tambahan pada pertemuan bulan Juni kemarin serta menjanjikan dukungan ekstra apabila kondisi masih belum membaik. Kenaikan PPI lebih banyak dipengaruhi oleh kenaikan tarif energi sebanyak 0.5% dibandingkan bea bulan Mei. Pun jika tidak memasukkan komponen herga energi, harga produsen juga tetap meningkat karena harga barang kategori capital goods dan durable consumer goods naik 0.1%.
http://goo.gl/MOQklR Perusahaan investasi kelas berat Amerika Serikat dilaporkan berniat menanamkan modal pada sebuah perusahaan aplikasi chat bernama Perzo Inc. Selain untuk meraih laba, konsorsium yang terdiri dari bank-bank papan atas ini juga berencana mengembangkan layanan chat finansial alternatif selain Bloomberg LP chat services.

Bank-bank yang akan patungan untuk membeli Perzo antara lain J.P. Morgan Chase & Co., Bank of America Corp., Morgan Stanley, HSBC Holdings PLC, BlackRock Inc., Maverick Capital Ltd. dan Citadel LLC. Nilai investasinya untuk Perzo diperkirakan sebesar $40 juta hingga $50 juta. Sampai sekarang, Perzo masih menjadi perusahaan swasta yang berdiri berkat sumbangsih pakar komunikasi, David Gurle.

Beberapa bank besar ingin menggarap bisnis chat bagi trader karena mulai tidak nyaman dengan dominasi Bloomberg pada layanan pesan instan di pasar. Selain dianggap memonopoli, sistem data dalam Bloomberg LP juga terlalu ketat. Oleh karena itulah Goldman Sachs dan kolega ingin memunculkan layanan alternatif yang lebih segar.

Wacana pengembangan aplikasi chat baru menguat setelah muncul perselisihan antara Bloomberg dan penggunanya soal akses informasi. Bank-bank besar tidak percaya dengan kredibilitas Bloomberg dalam menjaga data-data sensitif dari tangan pihak luar. Goldman bahkan sudah melarang para trader-nya untuk memakai aplikasi chat dan layanan pesan umum, termasuk buatan Bloomberg sejak awal tahun ini
Data inflasi bulan Juli yang dirilis pagi ini dianggap kondusif oleh pelaku pasar, dan masih terbuka kemungkinan inflasi Indonesia tembus ke angka 5% pada akhir tahun ini. Pasalnya, pemerintah belum juga menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. 
 
Menurut tim ekonom Standard Chartered seperti dikutip oleh Dow Jones Newswires, angka inflasi sebesar 0.93% bulan lalu bukanlah suatu kejutan. Kenaikan harga memang kerap terjadi di tengah periode Ramadhan, tahun ajaran baru dan libur bersama. Lebih dari itu, kenaikan tarif dasar listrik turut mengubah peta harga di level konsumen. DBS meyakini bahwa inflasi akhir tahun kemungkinan besar mengarah ke 5% apabila kebijakan subsidi BBM tidak berubah.  
http://goo.gl/rcloKc 
Sementara bank investasi DBS, dalam laporan hariannya menilai kenaikan inflasi bulan Juli tidak akan otomatis berdampak pada penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral. Asumsi ini mengacu pada harga inflasi inti yang masih memperlihatkan adanya tekanan pada pos permintaan. Oleh karena itu, Bank Indonesia diyakini belum akan bergeming dari program pengetatan moneternya yang bertujuan untuk menyeimbangkan defisit neraca dan nilai tukar Rupiah. 

Seperti dilaporkan sebelumnya, Badan Pusat Statistik beberapa saat lalu mengumumkan laporan inflasi untuk Indonesia untuk periode Juli 2014. Inflasi Juli tercatat sebesar 0,93% dibandingkan bulan lalu dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,05.

Sementara jika dihitung memakai periode tahun kalender (Januari-Juli) 2014, inflasi Juli adalah sebesar 2,94% dan tingkat inflasi tahunan (Juli 2014 terhadap Juli 2013) adalah 4,53%. Sebelumnya, analis di pasar keuangan memang memperkirakan inflasi stabil di bawah 1% dan inflasi tahunan lebih rendah dari 5%. Prediksi ini diambil dengan mengacu pada stabilitas harga barang dan jasa selama masa lebaran.

Komponen inti pada Juli 2014 mengalami inflasi sebesar 0,52%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juli) 2014 sebesar 2,40% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2014 terhadap Juli 2013) adalah sebesar 4,64%.
Procter & Gamble Inc. pada hari Jumat melaporkan perolehan laba sebesar $2,58 milyar atau 89 sen per saham untuk kuartal fiskal ke-4, meningkat jika dibandingkan dengan $1,88 milyar atau 64 sen per saham yang dibukukan pada periode yang sama tahun lalu.

http://goo.gl/MOQklRUntuk laba disesuaikan, produsen barang-barang kebutuhan konsumen seperti Tide, Crest, dan Pampers itu memperoleh 95 sen per saham, yang melampaui ekspektasi 91 per saham. Namun penjualan harus mencatat penurunan 1% menjadi $20,2 milyar akibat pergerakan mata uang dan dampak negatif dari divestasi. Para analis Wall Street sebelumnya memperkirakan perusahaan akan membukukan penjualan sebesar $20,47 milyar.

"Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan penjualan yang menguntungkan dan produktivitas kas yang kuat," kata Chief Executive A.G. Lafley dalam sebuah pernyataan.

Saham Procter & Gamble Inc. terpantau menguat sekitar 1,6% dalam sesi pre-market hari Jumat.
Saham Samsung Electronics Co. merosot untuk hari kedua di Seoul, mendorong untuk penurunan nilai pasar untuk produsen smartphone terbesar di dunia tersebut menjadi $15 milyar sejak mereka membukukan laba terkecil dalam dua tahun.
Saham mereka turun sebesar 7.4%, mengapus lebih banyak nilai pasar mereka terhadap rivalnya dari Korea yaitu LG Electronics Inc., sejak Samsung kemarin merilis laporan earnings yang berada di bawah estimasi analis, dengan laba turun sebesar 18% pada stagnanya pengirimam ponsel.

Dominasi Samsung saat ini berada di bawah ancaman seiring Apple Inc., sukses memikat para pembeli smartphone high end dan para vendor dari China yang termasuk Xiaomi Corp dan Huawei Technologies Co. sukses menarik para konsumen dengan anggaran terbatas dengan perangkat yang berisi fitur yang menarik dengan harga yang lebih murah. Produsen dari smartphone Galaxy, yang memiliki dana tunai sekitar $58 milyar, adalah satu-satunya dari lima produsen top yang membukukan penurunan pengiriman di bulan Juni seiring pangsa pasar mereka menyusut sebesar 7.4%, menurut data dari Startegy Analytics.

“Samsung tidak hanya tidak mencapai estimasi earnings pasar namun juga gagal untuk mancapai harapan investor pada pembayaran dividen mereka,” kata Ko Jung Woo, seorang analis di BS Securities Co., pada hari ini. “Hampir tidak ada katalis yang mendukung pertumbuhan untuk mendorong nilai saham mereka pada saat ini.”

http://goo.gl/rcloKc
Samsung kemarin mengatakan bahwa mereka akan membayar dividen interim sebesar 500 won persaham, itu adalah jumlah pembayaran yang sama untuk delapan dari sembilan tahun terakhir, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomberg.

Saham Samsung turun sebesar 3.8% menjadi 1,292,000 won pada hari ini. Saham mereka telah turun sebesar 5.8% pada tahun ini, di bandingkan dengan kenaikan sebesar 3.1% pada indeks Kospi. Itu adalah penurunan tebesar dalam dua hari oleh perusahaan dalam hampir dua tahun terakhir.
Minyak melemah pada hari Jumat, bergerak semakin menjauhi level $100, dan mencatat penurunan 4% dalam sepekan, menjadi penurunan mingguan terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Minyak menguat di awal perdagangan setelah data menunjukkan dua pengukuran aktivitas manufaktur China menunjukkan peningkatan bulan Juli. China merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Pelemahan dollar berhasil memangkas penurunan minyak, dollar melemah setelah data menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja lebih rendah dari perkiraan di bulan Juli. Departemen Tenaga Kerja melaporkan non-farm payrolls sebesar 209.000, lebih rendah dari perkiraan, setelah naik 298.000 pada bulan Juni.

http://goo.gl/MOQklR
Selain itu data aktivitas manufaktur AS menyentuh level dalam tiga tahun terakhir juga mampu memangkas pelemahan minyak. Indeks aktivitas manufaktur dari Institute for Supply Management naik menjadi 57,1 pada bulan Juli dari bulan sebelumnya sebesar 55,3, di atas estimasi sebesar 56,1. AS adalah konsumen minyak terbesar di dunia.

Minyak mentah pada perdagangan Jumat ditutup pada level $97,62 per barel, dengan level tertinggi harian $98,10 dan terendah $97,09.
Euro diperdagangkan sekitar 0.4% dari level terendah terhadap dollar sejak bulan November seiring investor menumpuk posisi bearish terhadap euro menjelang pertemuan bank sentral Eropa pekan ini. 

http://goo.gl/rcloKcEuro melemah sebanyak 3.2% dalam 3 bulan terakhir seiring European Central Bank memangkas tingkat suku bunga untuk memicu inflasi yang melambat ke level paling rendah dalam hampir selama 5 tahun di bulan Juli. Sementara dollar Australia menguat untuk kedua harinya setelah data penjualan ritel naik dua kali lipat dari perkiraan ekonom. 

Greenback mempertahankan penguatannya terhadap mata uang negara maju menjelang data AS besok yang diperkirakan akan menunjukkan laju pertumbuhan sektor jasa bertambah cepat.
“Trend untuk euro jelas bearish, dan menurut kami masih banyak ruang untuk pelemahan,” ucap Imre Speizer, strategis pasar pada Westpac Banking Corp. di Auckland. 

“Sudah pasti Draghi akan mempertahankan nada dovishnya, mengingat data inflasi di seluruh Eropa sebagian besar lemah,” ucpanya. ECB kemungkinan akan mempertahankan kebijakan suku bunganya pada tanggal 7 Agustus nanti seiring data belakangan ini masih belum dapat menjadi “jaminan adanya respon kebijakan dalam waktu dekat,” ucap Elsa Lignos strategis pada Royal Bank of Canada di New York.
Dollar diperdangangkan cukup stabil pada awal sesi hari Senin, setelah mencetak penurunan harian terbesar dalam hampir sebulan pasca sejumlah data ekonomi membuat pasar mendorong mundur ekspektasi waktu dimulainya siklus pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve

Laju pertumbuhan tenga kerja AS melambat di bulan Juli, tingkat pengangguran naik di luar perkiraan dan laju inflasi terhambat, sejumlah data yang seharusnya akan memberikan the Fed banyak ruang untuk menahan tingkat suku bunga di level rendah sementara waktu.

http://goo.gl/MOQklR
"Data tenaga kerja bulan Juli tidak akan mengubah sikap tenang the Fed, dan the Fed akan bersikap “setenang” mungkin,” ucap Shane Oliver, kepala strategis investasi pada AMP Capital di Sydney. Indeks dollar diperdagangkan di sekitar level 81.321, terkoreksi dari level tinggi 10-1/2 bulan pada 81.573, dan turun sebanyak 0.2% pada hari Jumat lalu, penurunan yang cukup rendah namun masih merupakan penurunan harian terbesar dalam lebih dari 3 pekan. 

Indeks dollar telah rally lebih dari 2% di bulan Juli, seiring membaiknya data ekonomi AS meyakinan pasar bahwa kenaikan tingkat suku bunga dapat terjadi dalam waktu kurang dari 12 bulan kedepan. Sehingga kekecewaan pada data tenaga kerja akan memicu aksi profit taking, ucap trader. European Central Bank, Bank of Japan dan Bank of England (BOE) akan mengumumkan keputusan suku bunga dan kebijakan moneter pekan ini, begitu juga dengan RBA, yang diperkirakan tidak akan mengambil kebijakan baru.
Harga emas mengalami rebound pasca data tenaga kerja AS dirilis lebih buruk dari ekspektasi pasar. Data Non Farm Payrolls bulan Juli dirilis 209 ribu di bawah ekspektasi 233 ribu. Data Tingkat Pengangguran bulan Juli dirilis naik menjadi 6,2% dari sebelumnya 6,1%. Data Average Hourly Earnings Bulan Juli dirilis tidak mengalami kenaikan, di bawah ekspektasi kenaikan 0,2%.

http://goo.gl/bEa5Lz
Namun hasil ini tidak menutup kemungkinan Fed untuk menaikan suku bunga acuan. Harga emas juga mendapatkan support dari kekhawatiran pasar soal default Argentina dan krisis bank di Portugal.

Harga emas berhasil rebound hingga $1296.99 per troy ons pada Jumat pekan lalu. Hingga siang ini, harga melemah di kisaran 1291. Support terdekat di kisaran 1290 (yang juga level retracement fibonacci 38,2% dari 1280-1297) . Tekanan di bawah support ini berpeluang membawa harga melemah ke area support berikutnya di kisaran 1283-1286 (level retracement fibonacci 78,6% dan 61,8% dari 1280-1297).

Sementara resisten terdekat di  1297. Penembusan ke atas area resisten ini membuka peluang penguatan ke area 1304.
Indeks bursa Hang Seng nampak menguat tipis di awal perdagangan hari Senin (4/8) lantaran terseret pasar Shanghai yang rally terkait rebound sejumlah saham berbasis perbankan dan broker.

http://goo.gl/MOQklRDi pasar Hong Kong terlihat saham China Merchants Bank rebound hingga 1.3% sekaligus memimpin penguatan di sektor perbankan. Sedangkan saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd. (+1%), saham Agricultural Bank of China Ltd. tercatat (+0.8%), dan saham China Construction Bank Corp. terpantau (+0.7%).

Selain itu saham sektor brokerage juga turut mencatat penguatan dengan saham China Everbright Ltd. melejit 7.3%, saham Shenyin Wanguo HK Ltd. melesat 4.8%, dan saham First Shanghai Investments rally 3.4%.

Sedangkan indeks utama Hang Seng (.HSI) tercatat menguat +0.28 atau +69.63 poin 24602.06.
Bursa Seoul - Korea Selatan nampak tertekan di perdagangan awal pekan (4/8) lantaran terbawa suasana pasar yang lesu di Asia pasca bursa Wall Street yang berakhir melemah di akhir pekan 
 lalu. 

http://goo.gl/rcloKcBahkan sejumlah blue-chips yang bisa mendulang gain hari ini tak mampu menopang indeks Kospi dari kondisi tekanan akibat aksi jual sebagian para investor.

Meski demikian, di lantai bursa nampak saham Samsung Electronics masih menguat sekitar 1 persen kendati muncul kabar pihaknya dituntut oleh Microsoft setelah raksasa teknologi Korea Selatan ini mengancam akan berhenti membayar royalti atas penggunaan sistem Android.

Minggu lalu raksasa teknologi tersebut terpuruk setelah pihaknya mengumumkan merosotnya laba operasioanl di kuartal II. Dan hari ini, indeks utama Kospi tercatat melemah (-0.04%) atau (-0.75) poin pada kisaran 2072.35.
Indeks Nikkei - Jepang melemah di awal perdagangan hari Senin (4/8) lantaran terpengaruh oleh bursa Wall Street yang berakhir di teritori negatif pada akir pekan lalu menyusul hasil data domestik yang mengecewakan.
http://goo.gl/MOQklR

Data ekonomi yang rilis di akhir pekan lalu menunjukkan perekonomian Amerika Serikat (AS) hanya mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 209.000 di bulan Juli. Angka itu masih di bawah estimasi sebesar 230.000, dan jauh di bawah total di bulan sebelumnya sebesar 298.000.

Sedangkan tingkat pengangguran naik menjadi 6,2% dari sebelumnya 6,1%, dan rata-rata tingkat gaji perjam tidak berubah dari bulan Juni. Sentimen pesimisme terhadap perekonomian negeri Paman Sam tersebut membuat sebagian kalangan melakukan aksi jual di lantai bursa.

Tercatat sejumlah blue-chips di bursa Tokyo terkoreksi seperti saham Panasonic Corp. (-0.9%), saham Nippon Telegraph & Telephone Corp. (-1.2%), Honda Motor Co. (- 1.4%), dan saham Rakuten Inc. (-1.1%), termasuk saham Shares of Softbank Corp. tergerus (-2.2%).
Bursa saham Eropa ditutup melemah tajam pada hari Jumat, meski laporan tenaga kerja AS yang lebih rendah dari estimasi meredam kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih cepat dari Federal Reserve.
http://goo.gl/rcloKc

Bursa saham Jerman anjlok, mencatat penurunan tiga hari beruntun, investor terus khawatir akan sanksi yang lebih keras terhadap Rusia. Rusia dan Jerman memiliki hubungan dagang yang kuat, dan 25% kebutuhan energi Jerman dipasok dari gas, minyak dan batubara Rusia. Indeks DAX 30 Jerman anjlok 2,1% ditutup pada level 9210,08, dalam sepekan indeks merosot 4,5%, mencatat penurunan mingguan terburuk dalam dua tahun terakhir.

Bursa saham Inggris hingga hari Jumat berada di zona merah dalam tiga hari beruntun, ditutup di level terendah dalam tiga pekan terakhir, investor masih menjauhi aset berisiko akibat kekhawatiran akan kondisi geopolitik. Sektor yang sensitif terhadap risiko seperti perbankan dan pertambangan menjadi yang berkinerja terburuk akibat kemungkinan diberikannya sanksi yang lebih keras untuk Rusia, default Argentina, dan pertempyran di jalur Gaza. Indeks FTSE 100 melemah 0,8% menjadi 6679,18, dalam sepekan telah melemah 1,7%.

Indeks CAC 40 Perancis melemah 1% menjadi 4202,78, dan mencatat penurunan mingguan sebesar 3%.
  • EUR/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan clear break di atas 1.3450 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju resisten area di 1.3500. Support terdekat di sekitar 1.3400, breakkonsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang 1.3365.

  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek kendati masih diperlukanclear break di bawah 1.6800 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.6690. Resistensi terdekat berada di sekitar 1.6880, dimanabreak konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang 1.6970.

  • USD/JPY. Bias sideways dalam jangka pendek dengan kisaran perdagangan terlihat di antara area 102.00 - 102.80, di perlukan break salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk yang jelas. Break di atas area 102.80 dapat memicu pergerakan bullish lebih lanjut menuju area 103.10. Untuk sisi lainnya, break di bawah area 102.00 akan memicu bearish lanjutan menuju wilayah 101.70.

  • USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek seiring harga bergerak di bawah MA 50-100-200 dalam grafik 1 jam, namun kita harus berhati-hati dengan Stochastic yang berada di area jenuh jual. Support terdekat berada di area 0.9025, break di bawah area tersebut dapat mendorong harga lebih rendah lagi menuju area kunci support di 0.9000. Pada sisi atas, level resisten terdekat terlihat di kisaran area 0.9070, break di atas area tersebut dapat berikan momentum bullish menuju area kunci resisten di 0.9100.

  • AUD/USD. Bias sideways dalam jangka pendek dengan kisaran perdagangan terlihat di antara area 0.9275 - 0.9350, di perlukan break salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Break di atas area 0.9350 dapat memicu bullish lanjutan menuju area resisten selanjutnya di 0.9420. Untuk sisi bawah, jika harga break di bawah area 0.9275, itu dapat memicu bearish lanjutan menuju area kunci support di 0.9200.

  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat berada pada kisaran 1300, sementara support terdekat terlihat disekitar 1285. Penembusan di atas 1300 akan membawa harga naik menuju area 1312. Disisi lain, penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 1285 akan membawa bias kembali ke bearish untuk menguji area 1276.

  • Hang Seng Futures. Bias sideways dalam jangka pendek dengan potensi kisaran perdagangan terlihat di antara area 24670 - 24435, di perlukan menembus salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lebih lanjut. Untuk sisi atas, break di atas area 24670 berpotensi memicu bullish lanjutan menuju target resisten selanjutnya di 24750. Untuk sisi bawahnya, break di bawah area 24435, seharusnya memicu bearish lanjutan menargetkan ke area 24340.

  • Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji ke area 15380, break dibawah area tersebut seharusnya mengkonfirmasi tren bearish lebih lanjut menuju wilayah 15300. Untuk sisi atas, level resisten terdekat berada di kisaran area 15550, di perlukan break di atas area tersebut untuk merubah bias menjadi bullish menargetkan ke area resisten kunci di 15675.

  • Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek seiring harga di tutup di atas MA 50-100-200 dalam grafik 1 jam. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 271.65, break di atas area  tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju area 273.00 atau lebih tinggi lagi menguji ke 274.60. Untuk sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 269.10, break di bawah area tersebut seharusnya merubah bias menjadi netral dengan level support selanjutnya berada di area 267.45.
  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan clear break di bawah 1.3345 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju support 1.3300. Resistensi terdekat di sekitar 1.3410, break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang 1.3435.

  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek kendati masih diperlukanclear break di bawah 1.6840 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju 1.6785. Resistensi terdekat berada di sekitar 1.6945, dimanabreak konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang 1.6975.

  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 103.00 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 103.50. Hanya clear break di bawah area support 102.10 yang akan mengubah bias intraday kembali bearish untuk menguji ulang zona 101.70 atau bahkan lebih rendah.

  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 0.9125 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.9190. Support terdekat berada di sekitar 0.9070, dimanabreak konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang area 0.9040.

  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek. Namun diperlukan clear break di bawah area 0.9270 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9230, sebelum menguji kembali area 0.9180. Resistensi terdekat berada di sekitar area 0.9350, dimana break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9380.

  • XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, support terdekat berada pada kisaran 1276. Penembusan di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut untuk menguji area 1267, sebelum membidik area 1260. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1286, penembusan dan gerakan konsisten di atas area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, berpotensi membidik area 1300.

  • Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek seiring kami melihat Stochastic yang bergerak turun dalam grafik 1 jam, namun kita harus berhati-hati dengan Stochastic yang berada di area jenuh jual. Support terdekat berada di kisaran area 24450, break di bawah area tersebut seharusnya dapat memicu pergerakan bearish lainnya menguji area kunci support di 24350. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat di kisaran area 24750, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju area kunci resisten di 24900. 

  • Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji ke area 15440, break dibawah area tersebut seharusnya mengkonfirmasi tren bearish lebih lanjut menuju wilayah 15250. Untuk sisi atas, level resisten terdekat berada di kisaran area 15640, di perlukan break di atas area tersebut untuk merubah bias menjadi bullish menargetkan ke area resisten kunci di 15780.

  • Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek, walaupun kita dapatkan pergerakan koreksi sebelum pasar di tutup. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 272.90 sebelum membidik area kunci resisten di 274.60. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat terlihat di kisaran area 271.00, break di bawah area tersebut dapat memicu pergerakan bearish lainnya menuju area kunci support di 270.50.
  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan clear break di bawah 1.3345 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju support 1.3300. Resistensi terdekat di sekitar 1.3410, break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang 1.3435.

  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek kendati masih diperlukanclear break di bawah 1.6840 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju 1.6785. Resistensi terdekat berada di sekitar 1.6945, dimanabreak konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang 1.6975.

  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 103.00 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 103.50. Hanya clear break di bawah area support 102.10 yang akan mengubah bias intraday kembali bearish untuk menguji ulang zona 101.70 atau bahkan lebih rendah.

  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 0.9125 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.9190. Support terdekat berada di sekitar 0.9070, dimanabreak konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang area 0.9040.

  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek. Namun diperlukan clear break di bawah area 0.9270 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9230, sebelum menguji kembali area 0.9180. Resistensi terdekat berada di sekitar area 0.9350, dimana break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9380.

  • XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, support terdekat berada pada kisaran 1276. Penembusan di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut untuk menguji area 1267, sebelum membidik area 1260. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1286, penembusan dan gerakan konsisten di atas area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, berpotensi membidik area 1300.

  • Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek seiring kami melihat Stochastic yang bergerak turun dalam grafik 1 jam, namun kita harus berhati-hati dengan Stochastic yang berada di area jenuh jual. Support terdekat berada di kisaran area 24450, break di bawah area tersebut seharusnya dapat memicu pergerakan bearish lainnya menguji area kunci support di 24350. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat di kisaran area 24750, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju area kunci resisten di 24900. 

  • Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji ke area 15440, break dibawah area tersebut seharusnya mengkonfirmasi tren bearish lebih lanjut menuju wilayah 15250. Untuk sisi atas, level resisten terdekat berada di kisaran area 15640, di perlukan break di atas area tersebut untuk merubah bias menjadi bullish menargetkan ke area resisten kunci di 15780.

  • Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek, walaupun kita dapatkan pergerakan koreksi sebelum pasar di tutup. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 272.90 sebelum membidik area kunci resisten di 274.60. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat terlihat di kisaran area 271.00, break di bawah area tersebut dapat memicu pergerakan bearish lainnya menuju area kunci support di 270.50.
  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan clear break di bawah 1.3345 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju support 1.3300. Resistensi terdekat di sekitar 1.3410, break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang 1.3435.

  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek kendati masih diperlukanclear break di bawah 1.6875 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju 1.6785. Resistensi terdekat berada di sekitar 1.6945, dimanabreak konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang 1.6975.

  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 103.00 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 103.50. Hanya clear break di bawah area support 102.10 yang akan mengubah bias intraday kembali bearish untuk menguji ulang zona 101.70 atau bahkan lebih rendah.

  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 0.9125 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.9190. Support terdekat berada di sekitar 0.9070, dimanabreak konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang area 0.9040.

  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek. Namun diperlukan clear break di bawah area 0.9270 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9230, sebelum menguji kembali area 0.9180. Resistensi terdekat berada di sekitar area 0.9350, dimana break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9380.

  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 1303, sementara support terdekat terlihat disekitar area 1290. Dibutuhkan penembusan di atas area 1303 untuk memicu momentum bullish menguji area 1310. Disisi lain, penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 1290 akan menambah tekanan bearish untuk menguji area 1285.

  • Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek seiring kami melihat Stochastic yang bersilangan di area jenuh beli di grafik 4 jam. Support terdekat berada di kisaran area 24600, break di bawah area tersebut seharusnya dapat memicu pergerakan bearish lainnya menguji area kunci support di 24500. Untuk sisi atasnya, level resisten terdekat terlihat di kisaran area 24850, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju area kunci resisten di 25000.  

  • Nikkei Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek. Level resisten terdekat terlihat di kisaran wilayah 15865, break di atas area tersebut seharusnya memicu pergerakan bullish lainnya menuju area 16000. Pada sisi lainnya, area 15640 adalah level support terdekat, break di bawah area tersebut berpotensi merusak momentum bullish dengan menargetkan area 15500 untuk level support selanjutnya.

  • Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek, walaupun kita dapatkan sedikit koreksi sebelum pasar di tutup. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 273.50 sebelum membidik area kunci resisten di 274.60. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat terlihat di kisaran area 271.85, break di bawah area tersebut dapat memicu pergerakan bearish lainnya menuju area kunci support di 269.95.
  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan clear break di bawah 1.3380 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju support 1.3315. Resistensi terdekat di sekitar 1.3435, break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang 1.3460.

  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek kendati masih diperlukanclear break di bawah 1.6905 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju 1.6845. Resistensi terdekat berada di sekitar 1.6990, dimanabreak konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang 1.7035.

  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 102.30 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 102.75. Hanya clear break di bawah area support 101.75 yang akan mengubah bias intraday kembali bearish untuk menguji ulang zona 101.50 atau bahkan lebih rendah.

  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampubreak di atas area 0.9080 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.9125. Support terdekat berada di sekitar 0.9020, dimanabreak konsisten di bawah area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan potensi menguji ulang area 0.8975.

  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek seiring kondisi yang telahoverbought. Namun diperlukan clear break di bawah area 0.9350 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 0.9325, sebelum menguji kembali area 0.9295. Resistensi terdekat berada di sekitar area 0.9400, dimana break konsisten di atas area itu akan membawa harga ke zona netral seiring arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek dengan kemungkinan menguji ulang area 0.9450.

  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 1310, sementara support terdekat terlihat disekitar area 1293. Dibutuhkan penembusan di atas area 1310 untuk memicu momentum bullish menguji area 1318. Disisi lain, penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 1293 akan menambah tekanan bearish untuk menguji area 1285.

  • Hang Seng Futures. Bias bullish dalam jangka pendek namun kita harus berhati-hati dengan Stochastic yang berada di area jenuh beli dalam grafik 1 jam. Resisten terdekat berada di kisaran area 24850, break di atas area tersebut seharusnya kita dapat melihat pergerakan bullish lainnya menguji ke area kunci resisten di 25000. Untuk sisi bawahnya, level support terdekat terlihat di kisaran area 24600, break di bawah area tersebut dapat memicu pergerakan bearish lanjutan menuju area kunci support di 25400.

  • Nikkei Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek. Level resisten terdekat terlihat di kisaran wilayah 15675, break di atas area tersebut seharusnya memicu pergerakan bullish lainnya menuju area 15840. Pada sisi lainnya, area 15540 adalah level support terdekat, break di bawah area tersebut berpotensi merusak momentum bullish dengan menargetkan area 15430 untuk level support selanjutnya.

  • Kospi Futures. Bias bullish dalam jangka pendek menguji ke area 270.80 dalam jangka pendek sebelum membidik ke level resisten selanjutnya di sekitar area 273.00. Namun dengan Stochastic dan RSI yang overbought pada grafik 4 jam mengindikasikan untuk adanya potensi koreksi bearish kembali ke area 268.65. Break ke bawah area ini seharusnya dapat melanjutkan koreksi bearish menguji kembali area 266.65.