Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Agustus 2014

Broker Forex Surabaya, Broker Forex Di surabaya, Broker Forex, Gold, Commodity, CFD, Oil, Forex, Index, Saham, Analisa Loco, News Forex, Fundamental, Investasi, Edukasi, Emas, Broker Futures Surabaya, Broker Futures, Trading Forex, Berita, Ekonomi dan Bisnis, sinyal Trading, Loco



MICnews - DAX masih nampak akan melanjutkan penguatan yang telah terpicu oleh komentar presiden ECB dan menyebabkan pasar bertaruh pada stimulus lanjutan dari bank sentral Eropa secepatnya pada minggu depan. Dorongan kenaikan pada bursa DAX masih nampak dominan.
Euro bersiap melanjutkan pelemahan pada hari Rabu seiring spekulasi dari kebijakan stimulus lebih jauh di zona eropa. Komentar yang mengejutkan datang dari Presiden ECB Mario Draghi yang menyatakan akan melakukan lebih banyak tindakan dari segi fiskal dan moneter yang memicu pasar bertaruh bahwa langkah stiulus baru akan segera dilakukan secepatnya minggu depan pada pertemuan bank sentral eropa.
Pasar masih mengawasi dengan kuatir perkembangan di Ukraina setelah presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Petro Poroshenko, presiden Ukraina selama 2 jam untuk pertemuan tatap muka setelah 6 jam negosiasi dengan pejabat uni eropa.
Poroshenko berkata bahwa kesepakatan akan dipersiapkan untuk persetujuan gencatan senjata secepatnya di Ukraina Timur, sementara Putin menekankan bahwa terserah pemerintah Ukraina untuk menyelesaikan syarat-syarat dengan pemberontak seperatis.


Broker Forex Surabaya, Broker Forex Di surabaya, Broker Forex, Gold, Commodity, CFD, Oil, Forex, Index, Saham, Analisa Loco, News Forex, Fundamental, Investasi, Edukasi, Emas, Broker Futures Surabaya, Broker Futures, Trading Forex, Berita, Ekonomi dan Bisnis, sinyal Trading, Loco


MICnews - Bursa Asia masih bergerak lesu dan catat penguatan tipis diperdagangan  Pada hari ini lantaran kalangan investor masih enggan memperluas posisinya meskipun muncul sejumlah katalis positif dari Wall Street serta kabar baik dari jalur Gaza.
Dari pasar Amerika Serikat (AS), rally Wall Street semalam terutama tertopang oleh indeks S&P 500 yang mencatat harga penutupan di atas level 2.000 untuk kali pertama dalam sejarah.

Optimisme investor di bursa negeri Paman Sam tersebut meningkat setelah data-data yang muncul semalam memberikan prospek yang cerah bagi perekonomian. 

Tingkat kepercayaan konsumen AS mencatat level tertinggi sejak 2007 silam pada bulan Agustus. Sedangkan pesanan barang tahan lama (durable goods order ) mencatat kenaikan terbesar di bulan Juli.

Sementara kabar baik datang dari Gaza dimana Israel dan Palestina akhirnya menyetujui kesepakatan gencatan senjata tanpa batas waktu seraya kedua belah pihak berupaya mencapai solusi jangka panjang atas konflik di jalur Gaza.

Kesepakatan tersebut termasuk pelonggaran akses perbatasan antara Gaza dengan Israel dan Mesir serta perluasan zona penangkapan ikan bagi nelayan penduduk Gaza.

Untuk prospek bilateral kedepan, Israel dan Palestina akan membahas rencana pembangunan pelabuhan laut Gaza dan pelepasan tahanan Hamas oleh Israel, serta penyerahan 2 jenazah tentara Israel yang ditahan Hamas. 

Di Asia, tercatat indeks utama Nikkei-Jepang dan Hang Seng-Hong Kong masing-masing bergerak tertekan pada kisaran negatif. Sedangkan indeks utama KOSPI (KS11) - Korea Selatan melesat berkat antusiasme pasar setelah data tingkat kepercayaan konsumen meneguhkan berlanjutnya momentum pertumbuhan perekonomian di negeri gingseng tersebut.

Indeks sentimen konsumen mencatat angka 107 di Agustus, naik dari publikasi di bulan Juli pada level 105. Kalangan konsumen nampak lebih optimis terutama setelah Bank of Korea melonggarkan kebijakan moneternya ditambah gelontoran stimulus fiskal yang bertujuan untuk memacu aktivitas perekonomian.

Senin, 25 Agustus 2014

Posisi utang pemerintah turun sekitar Rp6,58 triliun pada Juli 2014, jika dibandingkan Juni yang berada di posisi Rp2.507,52 triliun. Sampai Juli, sebagaimana dilansir dari situs Direktortat Jenderal Pengelolaan Utang, utang pemerintah berada di posisi Rp2.500,94 triliun, yang terbagi sebagai pinjaman dan Surat Berharga Negara (SBN).
 
Dari pinjaman, terdapat porsi pinjaman luar negeri yaitu sebesar Rp671,2 triliun dan porsi pinjaman dalam negeri sebesar Rp2,52 triliun. Dari pinjaman luar negeri itu sendiri, dibagi kedalam bilateral, multilateral, komersial dan suppliers yang masing-masing sebesar Rp358,89 triliun, Rp269,06 triliun, Rp42,98 triliun dan Rp0,26 triliun.

http://goo.gl/rcloKc

Sementara itu, nominal SBN per Juli 2014 adalah sebesar Rp1.871,21 triliun. SBN ini terdiri dari denominasi valuta asing (valas) sebesar Rp412,17 triliun dan denominasi rupiah sebesar Rp1.415,04 triliun.Dari data, posisi utang pemerintah sebagian besar berupa SBN dimana, 56 persen lebih merupakan utang berdenominasi rupiah.

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu,.go.id
*disadur tanpa penyuntingan

 “Untuk latihan bertransaksi silahkan Anda mencoba demo account disini.”

Selasa (26/8) besok, pemerintah akan kembali melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara sejumlah Rp1,5 triliun. Ada tiga seri sukuk yang akan dilelang. Pertama, seri PBS005 (reopening) yang menawarkan imbal hasil sebesar 6,75 persen, akan jatuh tempo pada 15 April 2043. Kedua, seri PBS006 (reopening) yang menawarkan imbal hasil sebesar 8,25 persen, dan akan jatuh tempo pada 15 September 2020.

Penerbitan kedua seri SBSN tersebut menggunakan akad ijarah asset to be leased, dengan underlying asset berupa proyek/kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2014.

http://goo.gl/rcloKc
Ketiga, seri SPN-S 13022015 (reopening) yang menawarkan pembayaran imbal hasil secara diskonto. Sukuk seri ini akan jatuh tempo pada 13 Februari 2015. Penerbitan sukuk ini menggunakan akad ijarah sale and lease back, dengan underlying asset Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalam keterangan resminya menyatakan bahwa lelang akan dibuka pada 26 Agustus 2014 pukul 10.00 WIB dan ditutup pada pukul 12.00 WIB. Hasilnya akan diumumkan pada hari yang sama setelah pukul 15.30 WIB. Sementara, setelmen akan dilakukan pada 28 Agustus 2014.
Lelang ini bersifat terbuka (open auction) dengan metode harga beragam (multiple price). Dengan demikian, pada prinsipnya semua pihak, baik investor individu maupun institusi dapat menyampaikan penawaran pembeliannya (bids).

Namun, dalam pelaksanaannya, penyampaian bids harus melalui peserta lelang yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Keuangan. Pelaksanaan lelang sendiri akan dilakukan dengan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai agen lelang SBSN.

“Untuk latihan bertransaksi silahkan Anda mencoba demo account disini.”
Draghi hanya mendorong European Central Bank semakin dekat ke arah pelonggaran kuantitatif.
Dengan data euro pada pekan ini yang bersiap menunjukkkan inflasi terlemah sejak tahun 2009, Presiden ECB menggunakan profil tertinggi konfrensi bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, untuk memperingatkan bahwa investor bertaruh pada harga "yang di pamerkan turun secara signifikan."

Bursa saham naik dan yield obligasi serta euro turun seiring komentar tersebut telah memicu spekulasi bahwa ECB pada akhirnya akan menuju ke sebuah bentuk stimulus moneter yang sudah lama mereka hindari. Draghi sebelumnya telah mengatakan bahwa jika outlook inflasi memburuk dalam jangka menengah itu akan berikan sebuah alasan untuk pembelian aset secara luas.
http://goo.gl/rcloKc

Pidato pada tanggal 22 Agustus "telah menjadi peristiwa penting dan menandai titik balik dari retorika ECB," kata Philippe Gudin, kepala ekonom Eropa di Barclays Plc di Paris. "Kami pikir bahwa perkembangan ekonomi akhir-akhir ini telah meningkatkan kesempatan dari tindakan QE pada langkah selanjutnya oleh mereka."

Inflasi zona Euro melambat ke level 0.3% pada bulan ini, itu jauh di bawah target ECB di level 2%, menurut estimasi median dalam survei Bloomberg menjelang laporan tanggal 29 Agustus. Data lainnya pada pekan ini di prediksi akan menunjukkan tingkat pengangguran bertahan di dekat rekor tertinggi dan tingkat kepercayaan ekonomi turun. GDP di zona Euro akan stagnan di kuartal kedua.

“Untuk latihan bertransaksi silahkan Anda mencoba demo account disini.”
Berdasarkan data yang sudah dirilis pekan lalu, dapat dilihat bahwa aktivitas sektor manufaktur di kawasan eropa dan tiongkok berjalan lambat. Melambatnya aktivitas di kedua wilayah ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan politik yang dipandang telah cukup mengancam perdagangan dan prospek stabilitas ekonomi global.

Seperti kita ketahui, PMI Manufaktur di kawasan euro jatuh menjadi 50,8 di bulan agustus ini dari 51,8 pada bulan Juli. Skor ini merupakan level terendah dalam 13 bulan terakhir. Kemudian di Tiongkok, indikator yang sama juga digunakan untuk mengukur, dimana PMI manfakturnya turun menjadi 50,3 pada bulan agustus dari 51,7.

Pemulihan perekonomian di kawasan euro yang telah terkena resesi terpanjang pada kuartal kedua lalu, terancam akan terus berkelanjutan hingga kuartal ketiga mendatang karea tingkat inflasi yang rendah dan sanksi yang diberikan kepada Rusia oleh pihak AS dan sekutu. Sedangkan di Tiongkok, perlambatan kredit menambah risiko bagi negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini, akan kehilangan target pertumbuhannya pada tahun ini.

Ketegangan geopolitik masih akan berlanjut hingga beberapa bulan mendatang, kemudian penurunan aliran kredit atau pinjaman di Tiongkok juga terlihat konsisten sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Sedangkan pemulihan ekonomi di kawasan euro pun msdih terlalu lambat untuk membuat perubahan di pasar global.

http://goo.gl/rcloKc
Dari kawasan eropa sendiri, indikator komposit aktivitas di sektor manufaktur dan jasa turun menjadi 52,8 di bulan agustus dari 53,8 pada bulan Juli. Indikator ini juga mengisyaratkan terjadi stagnansi pertumbuhan terhadap 3 negara dengan ekonomi terkuat di Eropa antara lain Jerman, Prancis dan Italia, ketiga negara ini secara tiba-tiba mengalami kegagalan pertumbuhan. Dengan inflasi di bawah 1 persen sejak Oktober, tingkat pengangguran hampir mendekati rekor tertingginya dan risiko global meningkat.

Ketidakpastian geopolitik, khususnya krisis di Ukraina Timur, mengancam akan merusak pemulihan ekspor setidaknya untuk sementara waktu ini. Dan buntut dari krisis ini adalah  tingkat pengangguran yang tinggi serta daya beli masyarakat menurun.

Di Tiongkok, laju pertumbuhan kredit yang lebih lemah pada bulan Juli, memacu spekulasi pemerintah untuk menambah langkah-langkah kebijakan fiskal dan segera menerapkan kebijakan pelonggaran moneter untuk membantu perekonomian. Saat ini perekonomian Tiongkok masih cukup terbantu dari mulai pulihnya permintaan dari AS dan Eropa dalam kegiatan ekspor. Hal ini diprediksi akan mendukung target pertumbuhan pemerintah sebesar 7,5 persen i tahun ini.

Melihat fakta ini, dapat kita lihat secara garis besar bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju masih cukup terhambat lajunya dikarenakan faktor eksternal maupun internal dalam negeri sendiri.

“Untuk latihan bertransaksi silahkan Anda mencoba demo account disini.”

Jumat, 22 Agustus 2014

Kebijakan fiskal dan moneter Indonesia pada tahun 2015 akan lebih konservatif dan berhati-hati. Menurut Menteri Keuangan M. Chatib Basri, ini terkait dengan tantangan-tantangan global yang akan muncul tahun depan.
 
Ia mencontohkan, perbaikan di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Selain itu, risiko yang harus diwaspadai adalah dari perlambatan ekonomi Tiongkok.

"Arah kebijakan makro Indonesia baik fiskal maupun moneter cenderung lebih konservatif dan berhati-hati," katanya saat rapat bersama DPR membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015 di Jakarta pada Kamis (21/8).
http://goo.gl/rcloKc

Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah harus dapat menjaga stabilitas ekonomi agar pertumbuhan berkelanjutan dapat terus terjadi. "Stabilitas ekonomi mutlak perlu dijaga, mengingat hal tersebut akan memberikan landasan yang solid serta menjadi prasyarat bagi pertumbuhan yang berimbang dan berkelanjutan," jelasnya.

Stabilitas yang harus dijaga ini utamanya dari neraca transaksi berjalan yang masih mengalami defisit dan mempengaruhi nilai tukar rupiah. Menurut Chatib, ini dituangkan dalam asumsi pertumbuhan yang juga ditetapkan pada tingkatan realistis dan konservatif yaitu sebesar 5,6 persen di RAPBN 2015. "Pemerintah perlu menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada batas-batas yang tidak menimbulkan tekanan yang memgancam stabilitas ekonomi," ujar Menkeu. 

Silahkan mencoba demo account disini.

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

Kamis, 21 Agustus 2014

Setelah berhasil menghimpun Rp11,6 triliun dana dari masyarakat pada Selasa (5/8) lalu, pemerintah kembali berhasil menyerap Rp15 triliun dari hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan pada Selasa (19/8) kemarin.
 
Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, total penawaran yang masuk dari lelang kemarin mencapai Rp21,68 triliun. Dari lima seri SUN yang dilelang, tercatat seri FR0068 merupakan SUN dengan peminat terbanyak. Terbukti, total penawaran yang masuk untuk SUN seri ini mencapai Rp7,58 triliun. Namun, pemerintah hanya memenangkan Rp5,2 triliun untuk seri ini.

http://goo.gl/ejzcCv

Adapun empat seri SUN lain yang dilelang yakni seri SPN12150611, SPN12150806, FR0070, dan FR0071. Total penawaran yang masuk untuk seri FR0070 berada di posisi kedua, dengan total penawaran mencapai Rp5,62 triliun. Untuk seri ini, jumlah yang dimenangkan pemerintah adalah sebesar Rp5,15 triliun. Selanjutnya, seri SPN12150806 mencatatkan total penawaran sebesar Rp3,78 triliun, dengan jumlah yang dimenangkan pemerintah sebesar Rp2 triliun.
 
Keempat, seri FR0071 yang mencatatkan total penawaran sebesar Rp2,67 triliun. Jumlah yang dimenangkan pemerintah untuk seri ini adalah sebesar Rp1,85 triliun. Terakhir, seri SPN12150611, dengan total penawaran mencapai Rp2,03 triliun, sementara jumlah yang dimenangkan pemerintah sebesar Rp0,8 triliun.

Selasa, 19 Agustus 2014

Bank sentral Australia mengatakan bahwa outlook ekonomi negaranya masih belum jelas karena masih adanya konflik yang bermain dan mereka masih menegaskan suku bunga di tetapkan untuk masih bertahan di level saat ini.

http://goo.gl/SYGb0MPara anggota "mencatat meningkatnya ketidakpastiaan di kisaran perkiraan pertumbuhan dan pentingnya mempertimbangkan resiko terhadap perkiraan serta proyeksi pokok," kata Reserve Bank of Australia dalam minutes yang di rilis pada hari ini dari pertemuan mereka pada tanggal 5 Agustus, dimana mereka mempertahankan suku bunga tidak berubah di rekor terendah 2,5%. "Pertumbuhan GDP kemungkinan akan melambat ke laju yang lebih moderat di kuartal bulan Juni."

Gubernur Glenn Stevens, sedang berusaha untuk memicu permintaan domestik untuk mengimbangi perlambatan investasi di sektor pertambangan, yang mana saat ini usahanya terlihat terhambat oleh menguatnya mata uang. Penilaian pasar menunjukkan tingginya kesempatan untuk pelonggaran moneter lebih lanjut setelah tingkat pengangguran di negara tersebut melonjak ke level tertinggi dalam 12 tahun di bulan Juli, RBA memangkas pertumbuhan ekonomi dan perkirakan inflasi serta pertumbuhan upah yang stagnan.

Bank sentral mencatat bahwa mata uang lokal masih "sedikit di atas" level pada akhir Januari walaupun harga komoditas telah melemah dan perbedaan suku bunga dengan sebagian besar negara maju lainnya telah mengecil sejak mereka itu. Dollar Australia, yang di perdagangkan di level tertinggi di kisaran $1.11 dan di level terendah di kisraan $0.80 dalam lima tahun terakhir, masih berada di ata level $0.90 sejak bulan Maret. Aussie di perdagangkan di kisaran $0.9335 pada pukul 09.40 wib dari $0.9325 sebelum minutes di rilis.

Jumat, 15 Agustus 2014

Hong Kong memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi mereka untuk tahun ini setelah kontraksi yang tak terduga di kuartal kedua seiring melambatnya ekonomi China yang telah mengurangi pembelian barang-barang mewah dan membebani sentimen lokal.

Ekonomi di perkirakan  akan berekspansi mulai 2 hingga 3 persen, kata pemerintah dalam pernyataannya, di bandingkan dengan prediksi yang mereka nyatakan di bulan Februari untuk pertumbuhan 3 sampai 4 persen. GDP turun sebesar 0.1% di kuartal kedua dari periode tiga bulan sebelumnya, hasil tersebut tidak mencapai estimasi median dari 10 analis yang di survei oleh Bloomberg News untuk pertumbuhan 0.4%.

http://goo.gl/NUGGWSPenjualan retail di Hong Kong telah turun untuk bulan kelima beruntun sampai bulan Juni seiring ekonomi China hanya tumbuh moderat dan kampanye anti korupsi di negara tersebut telah mengurangi belanja turis terhadap barang-barang mewah. Investasi bisnis dan konsumsi telah turun, sedangkan tingkat pengangguran naik, di laporkan oleh Menteri Keuangan John Tsang dalam blog pemerintah pada tanggal 10 Agustus.
 
"Kinerja yang lemah  terutama di bebani oleh turunnya belanja turis dan perlambatan yang bersamaa dalam permintaan domestik," kata Helen Chan, seorang ekonom pemerintah dalam pernyataannya. "Baik dari lingkungan lokal atau luar sedang di landa resiko peningkatan penurunan."
 
Ekonomi berekspansi sebesar 1.8% di kuartal kedia dari setahun yang lalu, lebih lemah dari revisi ekspansi 2.6% di periode Januari sampai Maret dan tidak mencapai perkiraan ekonom untuk laju pertumbuhan 2.5%.
Ekonomi Inggris pertahankan momentumnya di kuartal kedua seiring output pada akhirnya melewati level yang terlihat sebelum krisis keuangan global. GDP Inggris tumbuh tidak direvisi sebesar 0.8% antara bulan April sampai Juni, itu sama dengan laporan periode tiga bulan sebelumnya, kata the Office for National Statistics pada hari ini di London. Hasil tersebut meninggalkan output sebesar 0.2% di atas level puncaknya yang di capai di kuartal pertama tahun 2008. Ekonomi berekspansi di revisi naik 3.2% dari setahun yang lalu, itu adalah laju tercepat sejak kuartal akhir 2007.

http://goo.gl/NUGGWSDi saat angka-angka ekonomi berikan dukungan kepada Perdana Menteri David Cameron sembilan bulan sebelum dia berusaha untuk terpilih kembali. Gubernur Bank of England Mark Carney pada pekan ini telah memperingatkan bahwa ekonomi sedang hadapi tantangan dan sinyalkan kepada para pejabat untuk tidak terburu-buru untuk naikan suku bunga. Dengan pemulihan zona Euro yang tertahan dan krisis di Ukraina dan Timur Tengah yang membayangi prospek pertumbuhan global, para investor bertaruh bahwa BOE akan mempertahankan suku bunga acuan di rekor terendah sampai bulan Mei tahun depan.

"Perlu di catat bahwa belanja konsumen mungkin akan terlihat dengan pertumbuhan yang kuat," kata Howard Archer, seorang ekonom di IHS Global Insight di London, sebelum data di rilis. "Harapan telah ada dengan membaiknya pertumbuhan global secara bertahap yang mana itu akan membantu meningkatkan ekspor Inggris dalam beberapa bulan mendatang, namun harapan ini sekarang berada di bawah ancaman dari ketegangan geopolitik global."

Pound hanya sedikit berubah terhadap dollar setelah laporan tersebut dan di perdagangkan di kisaran $1.6690 pada pukul 16.15 wib. Mata uang Inggris telah menguat hampir 7% dari setahun yang lalu.

Kamis, 14 Agustus 2014

Hasil data pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan membuat nilai obligasi Jerman melonjak ke level tertingginya pada hari Kamis (04/08). Artinya, investor menunggu adanya stimulus tambahan dari European Central Bank (ECB). 
 
http://goo.gl/NUGGWSYield atau imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun turun ke rekor rendah 1.011% (data Tradeweb). Angkanya bahkan berada di bawah level yang tercatat pada tahun 2012 lalu, saat krisis hutang zona Euro menunjukkan potensi penyebaran. Sebagai catatan, saat harga obligasi naik maka yield-nya mengarah turun. 

Sementara nilai tukar Euro terpantau kuat, meski sempat menyentuh level 1.3357. EUR/USD sampai dengan pukul 16.21 WIB berkisar di posisi 1.3369. Sedangkan terhadap GBP, Euro bertengger di atas 0.80-an. 

Pemerintah Prancis menyatakan bahwa perekonomian domestiknya stagnan untuk dua kuartal beruntun di triwulan yang berakhir Juni. Yang lebih parah, data gross domestic product Jerman juga lebih rendah dibandingkan perkiraan. Perekonomian Jerman melambat 0.2% di kuartal II, meskipun di awal tahun kinerjanya masih bagus di tengah iklim perlambatan zona Euro. Pakar ekonomi yang disurvei oleh Wall Street Journal pekan lalu memprediksi roda ekonomi Jerman hanya kontraksi 0.1% di kuartal II.
Bank Indonesia (BI) hari ini menyatakan bahwa defisit transaksi berjalan (current account deficit) kuartal II 2014 adalah sebesar US$ 9.1 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 4.27% dari Produk Domestik Bruto (GDP) Indonesia.
 
Dalam jumpa pers beberapa saat lalu, Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan bahwa defisit transaksi berjalan membengkak dibandingkan kuartal I 2014, yang sebesar $ 4.2 miliar atau hanya 2.05% dari GDP. Terjadi kenaikan defisit sebesar 116% pada kuartal II lalu dibandingkan kuartal sebelumnya.

http://goo.gl/NUGGWS

Agus mengklaim peningkatan beban defisit terpengaruh faktor musiman, termasuk lonjakan impor selama bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. "Sama seperti kuartal II 2013, saat itu current account deficit adalah $ 10.1 miliar atau 4.47% dari GDP," bela Gubernur BI tersebut. 

Mengacu pada komparasi tadi, Agus menilai penurunan defisit transaksi berjalan dari $ 10.1 miliar menjadi $ 9.1 miliar sudah cukup bagus. "Meskipun harga komoditas dunia masih rendah, khususnya untuk CPO, batu bara, dan karet, nilai transaksi berjalan Indonesia mengalami perbaikan," kilahnya. 

BI memperkirakan postur transaksi berjalan akan semakin baik paruh ke-dua 2014 karena sejumlah perusahaan tambang mineral sudah bisa melakukan ekspor setelah memenuhi persyaratan smelter dan administrasi. Untuk akhir tahun, Agus memperkirakan defisit transaksi berjalan berada di kisaran $ 27 miliar atau turun dibandingkan angka tahun 2013 yang sebesar $ 30 miliar.

Rabu, 13 Agustus 2014

Menteri Keuangan baru saja melantik pejabat eselon II di Kementerian Keuangan. Namun, para pejabat tersebut tidak boleh lengah dan harus “tancap gas” karena sebagai institusi, Kemenkeu sedang dalam masa pembahasan RAPBN 2015.
 
“Kemenkeu salah satu institusi yang tidak memiliki ruang untuk menurunkan phase kerja, mengingat walau masa kabinet ini tinggal 2 bulan, tapi kita masih harus membahas RAPBN 2015. Ada juga beberapa agenda yang harus dilakukan,” katanya saat pelantikan di Aula Djuanda I, Jakarta, pada Selasa (12/8).
http://goo.gl/NUGGWS

Sebagai instansi yang mengelola sumber penerimaan negara dan mengembalikan sumber tersebut dalam bentuk aktivitas yang dilakukan oleh Pemerintah, para pegawai Kemenkeu harus tetap fokus pada pekerjaan yang sedang dijalankan.

“Walau suasana di luar pembahasan menunggu pemerintahan baru, tapi pekerjaan yang kita hadapi masih sangat banyak. Kita masih tetap dalam kondisi pasar yang harus tetap dikontrol dan dijaga. Fluktuasi keuangan masih terjadi. Tak hanya pejabat yang baru dilantik, tapi juga yang lama dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” pesannya.

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id
*disadur tanpa penyuntingan
Tangguhnya nilai tukar franc telah mempersulit ekportir Swiss. Pelemahan mata uang negara berkembang terhadap franc telah membuat produk buatan Swiss kurang kompetitif di pasar internasional. Di lain pihak, biaya operasional di Swiss terus meningkat. "Nilai tukar franc sekarang tidak dapat diterima untuk jangka menengah ataupun jangka panjang," tutur CEO Swatch Group, Nick Hayek. "Kita harus melakukan sesuatu dan bukan hanya menerima keadaan begitu saja."
http://goo.gl/NUGGWS
Franc hampir mendekati nilai paritas terhadap euro pada tahun 2011 setelah keterpurukan ekonomi zona-euro memicu aliran dana ke Swiss. SNB telah memberlakukan batas minimum nilai tukar EURCHF di 1.20 dalam 3 tahun terakhir namun franc masih tetap menguat terhadap mata uang lainnya. Franc bahkan telah menguat 13,6% terhadap Rupiah Indonesia dan 12,5% terhadap Lira Turki dalam 12 bulan terakhir.

Nilai tukar Franc telah mengurangi hasil penjualan produk perusahaan Swiss seperti Holcim, Roche, dan Nestle ketika dikonversi ke dalam franc. "Kami cemas jika kondisinya berlanjut," ujar Rudolf Minsch, ekonom di asosiasi pebisnis Swiss Economiesuisse. "Kuatnya nilai tukar franc terhadap negara berkembang cukup membebani marjin laba perusahaan Swiss."

Selasa, 12 Agustus 2014

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk meralat aturan tentang larangan eskpor nikel dan bauksit mentah. Otoritas menyatakan bahwa regulasi yang sudah berlaku selama 7 bulan itu berhasil menarik investasi miliaran Dollar, terutama untuk pembuatan smelter (fasilitas pengolahan). 
 
Sebagai salah satu produsen nikel dan bauksit terbesar sejagad, Indonesia memang relatif tidak mendapatkan timbal balik yang besar dari sektor ekspor mineral. Oleh karena itulah, pemerintah pada bulan Januari lalu melarang ekspor mineral mentah sehingga pihak penambang terpaksa membangun smelter pengolahan agar hasil bumi bisa dikirim ke luar negeri. 

Namun belakangan muncul spekulasi soal dicabutnya larangan nikel dan bauksit mentah karena adanya tekanan pihak luar. Penambang nikel dan bauksit konon ingin supaya mereka menerima fasilitas yang sama seperti perusahaan penambang tembaga, seperti Freeport McMorran. Bulan lalu pemerintah memang mengizinkan penambang untuk mengekspor produk setengah olahannya ke luar negeri karena alasan teknis, termasuk untuk produk tembaga. Namun otoritas memastikan bahwa fasilitas serupa tidak akan diberikan kepada mineral lainnya. 

http://goo.gl/NUGGWS

"Kelonggaran seperti itu tidak berlaku untuk produk mentah seperti nikel dan bauksit," ujar Menko Perekonomian Indonesia, Chairul Tandjung. Menurutnya, nilai tambah dari pengolahan nikel dan bauksit bagi Indonesia lebih besar dibandingkan dengan tembaga. Aturan soal dua komoditas tersebut juga sudah tercantum dalam undang-undang yang dikeluarkan tahun 2009, sehingga tidak mungkin presiden berani melanggarnya atas alasan apapun. 

Chairul Tandjung justru memuji efektivitas kebijakan ekspor dengan merujuk pada beberapa data. Sejak larangan ekspor mineral mentah berlaku, arus investasi mengalir sebesar $8 miliar untuk pembuatan 3 fasilitas pengolahan alumunium dan 2  proyek feronikel. Artinya tujuan pemerintah benar-benar terwujud meski aturan baru berumur 7 bulan. "Langkah ini menciptakan investasi. Dengan adanya proyek-proyek baru, Indonesia akan bisa mengurangi defisit perdagangan dan transaksi berjalannya," tutup Chairul Tandjung.
Tingkat kepercayaan konsumen di Australia turun pada pekan lalu setelah adanya laporan yang menunjukkan tingkat pengangguran telah naik ke level tertinggi dalam 12 tahun. Indeks kepercayaan konsumen dari The ANZ Bank-Roy Morgan Research's menunjukkan penurunan untuk pekan kedua beruntun, turun tajam sebesar 5.7% menjadi 108.5 poin.

Tingkat pengangguran melonjak menjadi 6.4% pada bulan lalu dari 6.0% di bulan Juni, menurut data pemerintah yang di publikasikan pada pekan lalu. “Tingkat kepercayaan konsumen tampaknya menjadi lebih sensitif daripada biasannya terhadap berita-berita ekonomi,” kata kepala ekonom di Bank ANZ, Warren Hogan.

http://goo.gl/NUGGWS
Berdasarkan survei, konsumen juga menjadi kurang optimis tentang membaiknya ekonomi dalam setahun ini dan itu telah menjadi tahun kelima. Sentimen melemah pada awal tahun ini setelah pemerintah umumkan pajak baru dan pemangkasan belanja di wilayah yang sesitif seperti di sektor kesejahteraan, namun sejak itu telah pulih.

Hogan mengatakan bahwa ANZ perkirakan belanja konsumen akan rebound di tahun 2015, di picu oleh suku bunga rendah selama setahun terakhir.
http://goo.gl/NUGGWSPresiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2015 di hadapan sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Jumat (15/8) mendatang.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah menegaskan, penyusunan RAPBN 2015 bersifat baseline yang memperhitungkan kebutuhan pokok penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini mengingat APBN 2015 akan dijalankan oleh presiden dan kabinet baru.

“Melalui hal ini maka pemerintahan baru akan memiliki ruang fiskal (fiscal space) yang lebih leluasa untuk memasukkan inisiatif program baru beserta anggarannya melalui APBN-Perubahan yang dipercepat pada 2015. Inisiatif program baru harus masuk menjadi pokok-pokok kebijakan dan alokasi belanja dalam postur APBN-Perubahan 2015,” kata Firmanzah di Jakarta, Senin (11/8) sebagaimana dilansir situs resmi Sekretariat Kabinet.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penyusunan RAPBN dalam masa transisi kepemimpinan ini telah diatur dalam tata aturan perundang-undangan yang berlaku. “Hal ini tercermin pada pasal 5 ayat (1) Undang-Undang  Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, bahwa dalam rangka menjaga kesinambungan dan untuk menghindarkan kekosongan rencana pembangunan nasional, Presiden yang sedang memerintah pada tahun terakhir pemerintahannya diwajibkan menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun pertama periode Pemerintahan Presiden tahun berikutnya,” urainya.

Ia menambahkan, mengingat presiden baru dan kabinetnya akan melaksanakan APBN-P 2014 di sisa akhir tahun fiskal, Presiden Yudhoyono akan tetap mengajak komunikasi presiden terpilih setelah adanya Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan gugatan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

“Antara tanggal 22 Agustus sampai Presiden baru terpilih diambil sumpah pada 22 Oktober 2014 merupakan momen yang akan digunakan untuk melakukan proses transisi program kerja dan fiskal, baik pelaksanaan APBN-P 2014 maupun APBN 2015,” jelasnya.(nv)

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id
*disadur tanpa perubahan

Rabu, 06 Agustus 2014

http://goo.gl/NUGGWSPemerintah mengumumkan hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan pada Selasa (5/8) kemarin. Kali ini, pemerintah berhasil menyerap Rp11,6 triliun, dari total penawaran masuk yang mencapai Rp17,94 triliun.

Sesuai keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, dari lima seri SUN yang dilelang, yakni seri SPN12141107, SPN12150806, FR0069, FR0070, dan FR0068, seri FR0068 merupakan SUN dengan peminat terbanyak. Terbukti, total penawaran yang masuk untuk SUN seri ini mencapai Rp6,92 triliun. Namun, pemerintah hanya memenangkan Rp6,15 triliun untuk seri ini.

Seri FR0070 berada di posisi kedua, dengan total penawaran masuk mencapai Rp4,1 triliun. Untuk seri ini, jumlah yang dimenangkan pemerintah adalah sebesar Rp2,05 triliun. Selanjutnya, seri SPN12150806 mencatatkan total penawaran sebesar Rp3,7 triliun, dengan jumlah yang dimenangkan pemerintah sebesar Rp1 triliun.

Keempat, seri SPN12141107, dengan total penawaran mencapai Rp1,63 triliun, sementara jumlah yang dimenangkan pemerintah sebesar Rp1 triliun. Terakhir, seri FR0069 mencatatkan total penawaran sebesar Rp1,59 triliun. Jumlah yang dimenangkan pemerintah untuk seri ini adalah sebesar Rp1,4 triliun.(nv)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan
Bank kredit perumahan Inggris, Halifax, pada hari Selasa mengatakan bahwa harga rumah dalam 3 bulan hingga bulan Juli naik lebih dari 10% dari setahun lalu berkat kenaikan tajam pada bulan Juli. 

http://goo.gl/NUGGWS
Halifax mengatakan bahwa harga rumah naik sebanyak 1.4% di bulan Juli pasca turun sebanyak 0.4% di bulan Juni untuk membawa harga rumah dalam tiga bulan hingga bulan Juli naik 10.2% dari setahun lalu. Ekonom memperkirakan laju kenaikan bulanan dan tahunan sebesar 0.4% dan 9.6% masing-masing. 

"Sementara suplai rumah masih rendah, tingkat permintaan akan rumah terus ditopang oleh berlanjutnya pemulihan ekonomi, pertumbuhan pada sektor tenaga kerja, membaiknya sentimen konsumen dan suku bunga kredit perumahan yang rendah," ucap Stephen Noakes, direktur kredit perumahan pada Halifax.