Tampilkan postingan dengan label Commodity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Commodity. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Pada grafik harian, indikator Stochastic yang berada di area oversold dapat memberikan tenaga kenaikan bagi minyak. Meski demikian, potensi kenaikan masih terbatas dan lebih bersifat bargain-hunting.
Tekanan penurunan minyak masih ada dengan emas hitam yang masih diperdagangkan di bawah MA 50-100-200 harian dan di dalam channel bearish. Meski demikian, minyak perlu mencatatkan level penutupan harian di bawah support $92.45 untuk menambah tekanan penurunan. Kegagalan mengatasi support $92.45 dapat memicu aksi bargain-hunting pasca tajamnya kejatuhan belakangan.
Sentimen cukup mixed dan ini mungkin dapat mendorong pergerakan sideways di kisaran $92.50 - $94.40 untuk sementara waktu.
Dari sisi fundamental, merebaknya kekhawatiran Ukraina mungkin dapat membuat investor cemas dengan potensi pemberian sanksi lebih lanjut kepada Rusia, produsen minyak terbesar dunia. Ukraina menuding Rusia telah mengirimkan tentara ke wilayah Ukraina Timur. Ini dapat menggerogoti harapan akan adanya solusi untuk mengakhiri gejolak di Ukraina menjelang pertemuan Ukraina dengan Rusia nanti malam. Ini mungkin dapat berikan sentimen positif untuk minyak.
Meski demikian, investor masih khawatir dengan melimpahnya supplai setelah gejolak di Timur Tengah dan Ukraina tidak menganggu produksi minyak dunia. Ekspor Irak tidak terganggu meski militan ISIS masih kuasai wilayah utara Irak. Ini mungkin masih dapat berikan sentimen negatif untuk minyak.
Outlook minyak masih bearish, namun tajamnya penurunan sejak pertengahan Juli dapat menyediakan kesempatan bargain-hunting. Minyak mungkin dapat menguat terbatas dengan target kenaikan $95.25 dan stop-loss $92.35. Minyak WTI mungkin akan diperdagangkan di kisaran $92.45 hingga $94.40 untuk hari ini.
Resistance Level : $94.40, $95.25, $96.55

Support Level     : $92.45,  $91.25, $90.00


Senin, 25 Agustus 2014

Perdagangan bursa komoditi minyak mentah di hari Senin(25/8), harga minyak terpantau diperdagangkan lebih rendah.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, minyak West Texas Intermediate pengiriman Oktober telah diperdagangkan lebih rendah 0.03% di level $93.48 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.
http://goo.gl/rcloKc

Sedangkan untuk minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman Oktober telah diperdagangkan lebih rendah 0.06% di level $102.14 per barel di ICE Future Europe exchange yang berbasis di London.

Pada pekan lalu, harga minyak mentah terpantau mengalami penurunan yang besar, lebih dari 12% dalam 2 bulan terakhir sejak kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak mentah akibat menegangnya kondisi geopolitik di dunia.

“Untuk latihan bertransaksi Komoditi silahkan Anda mencoba demo account disini.”

Jumat, 22 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate menuju penurunan mingguan kelima, itu adalah penurunan terpanjang dalam sembilan bulan, di tengah naiknya suplai bensin di AS dan tanda-tanda melambatnya ekonomi China.

Kontrak berjangka hanya sedikit berubah di New York dan turun sebesar 3.6% pada pekan ini. Suplai bensin di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, berekspansi sebesar 585.000 barel pada pekan lalu menjadi 213.3 juta, data di tunjukan oleh Energy Information Administration. Suplai sebelumnya di proyeksi uuntuk penurunan dalam survei Bloomberg News. Indeks awal manufaktur China hasilnya di bawah estimasi analis kemarin, hasil tersebut meningkatkan kecemasan atas berkurangnya permintaan minyak di sana.

http://goo.gl/ejzcCv
"Pasar telah mengurangi sebagian besar resiko premium yang terkait dengan harga minyak dan fokus pada fundamental permintaan dan suplai," kata Ric Spooner, kepala analis di CMC Markets di Sydney yang memprediksi bahwa investor mungkin akan membeli kontrak jika WTI turun ke kisaran $92.50 oer barel. "Kekhawatiran masih pada tidak seimbangnya antara suplai dan permintaan."

Minyak WTI untuk kontrak bulan Oktober bergerak di kisaran $93.56 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 14.15 wib. Kontrak naik sebesar 51 sen menjadi $93.96 kemarin. Volume dari semua kontrak berjangka yang di perdagangkan sekitar 18% di bawah rata-rata 100 hari. Harga minyak telah turun sebesar 4.6% pada tahun ini.

Silahkan Anda mencoba demo account disini.

Kamis, 21 Agustus 2014

Pada perdagangan bursa komoditi minyak mentah di hari Kamis(21/8), minyak mentah telah diperdagangkan lebih rendah ketika persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan pada pekan lalu.

Selama berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, minyak West Texas Intermediate pengiriman Oktober telah diperdagangkan lebih rendah 0.29% di level $93.18 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange.

http://goo.gl/ejzcCv
Sedangkan pada minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman Oktober telah diperdagangkan lebih rendah 0.32% di level $101.94 per barel di ICE Future Europe exchange yang berbasis di London.

Sementara itu, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Energy Information Administration tadi malam telah menyatakan bahwa persediaan minyak mentah AS telah mengalami penurunan sebanyak 4.5 juta barel pada pekan lalu.

Silahkan mencoba demo acount disini.

Rabu, 20 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate bergerak fluktuatif di tengah spekulasi bahwa cadangan minyak mentah dan bahan bakar turun di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia. Minyak berjangka untuk bulan Oktober hanya sedikit berubah di New York setelah penurunan selama dua hari. Cadangan minyak mentah kemungkinan turun sebesar 1.75 juta barel sedangkan suplai bensin dan minyak suling menyusut untuk pekan ketiga, di tunjukan dalam survei Bloomberg sebelum Energy Information Administration merilis laporannya. Para tentara Irak meningkatkan serangannya terhadap ISIS setelah mereka mengusir milisi tersebut dari bendungan terbesar di Irak dengan bantuan AS.
http://goo.gl/ejzcCv 
"Pasar akan melihat angka dari EIA untuk sebagai petunjuk," kata David Lennox, seorang analis sumber daya alam di Fat Prophets di Sydney pada hari ini. "Pasar nyaman dengan persitiwa geopolitik pada saat ini."

Minyak WTI untuk pengiriman bulan Oktober, bergerak di kisaran $92.87 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik sebesar 1 sen pada pukul 09.07 wib. Minyak WTI kontrak September, yang berakhir kemarin kontraknya, naik sebanyak 50 sen menjadi $94.98. Harga WTI telah turun sebesar 3.6% pada tahun ini.

Cadangan bensin AS kemungkinan turun sebanyak 1.55 juta barel dalam pekan yang berakhir pada tanggal 15 Agustus, menurut estimasi median dalam survei Bloomberg terhadap 10 analis. laporan dari American Petroleum Institute melaporkan penurunan sebesar 2.1 juta barel.

Selasa, 19 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate naik untuk sesi kedua dari tiga hari sebelum di rilisnya data suplai yang mungkin sinyalkan menguatnya permintaan untuk bahan bakar di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

http://goo.gl/SYGb0MKontrak berjangka naik sebanyak 0.3% di New York. Cadangan minyak mentah kemungkinan turun sebanyak 1.75 juta barel menjadi 365.3 juta pada pekan lalu, di tunjukan dalam survei Bloomberg sebelum di rilisnya data oleh Energy Information Administration besok.

 "Mengingat konsensus pasar bahwa kita akan melihat adanya penurunan cadangan dalam data besok, saya tidak terkejut untuk melihat oil terpantul kembali," kata Michael McCarthy, kepala analis di CMC Markets di Sydney, yang memprediksi investor mungkin menjual kontrak WTI jika harga naik di kisaran $98.50 per barel. "Kembali bergulirnya kecemasan geopolitik masih berikan tekanan pada minyak."

Minyak WTI untuk pengiriman bulan September, yang berakhir besok, menguat sebanyak 32 sen menjadi $96.73 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $96.65. Sementara itu untuk kontrak bulan Oktober naik sebanyak 18 sen menjadi $93.93.

Cadangan bensin AS kemungkinan turun sebanyak 1.7 juta barel dalam pekan yang berakhir 15 Agustus, menurut estimasi median dalam survei Bloomberg dari delapan analis. American Petroleum Institute di Washington di jadwalkan akan merilis laporan suplai terpisah pada hari ini. 

Senin, 18 Agustus 2014

Minyak Brent turun di tengah spekulasi bahwa ancaman terhadap suplai minyak di Timur Tengah mereda. Sementara itu minyak West Texas Intermediate juga melemah di New York. Minyak berjangka turun sebanyak 0.7% di London, memperpanjang penurunan menjadi sebesar 1.4% pada pekan lalu. Para tentara Kurdi mengambil kontrol terhadap sebagian besar bendungan terbesar di Irak di tengah Amerika Serikat memperluas kekuatan udaranya dalam kampanye membantu para tentara Kurdi dalam menghadapi ISIS di wilayah utara Irak. Produksi di Libya, yang juga anggota OPEC, naik menjadi 540,000 barel per hari seiring pelabuhan di Es Sider di persiapkan untuk mengapalkan minyak mentah, menurut laporan dari BUMN National Oil Corp.

"Situasi di Irak adalah sesuatu yang pasar akan pikirkan selanjutnya," kata Ric Spooner, kepala analis di CMC Markets di Sydney pada hari ini. "Itu maksudnya adalah, sebagian besar produksi di Bahdad akan bertahan dan tidak akan ada penyerangan ke wilayah selatan, atau peristiwa yang akan benar-benar mengggangi suplai minyak."

http://goo.gl/SYGb0M
Minyak Brent untuk settlement Oktober turun sebanyak 72 sen menjadi $102.81 per barel dalam perdagangan di bursa ICE Futures Europe. Kontrak naik sebanyak $1.46 menjadi $103.53 per barel pada tanggal 15 Agustus. Harga minyak telah turun sebanyak 7.2% pada tahun ini.

Minyak WTI untuk bulan September turun sebanyak 54 sen, atau 0.6% menjadi $96.81 per barel di dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Premi minyak WTI terhadap Brent menjadi $7.96 pada bulan yang sama. Spread di tutup di $8.21 pada tanggal 15 Agustus, itu adalah yang terlebar sejak 24 Juni.

Konflik di Irak, yang merupakan negara produsen terbesar kedua di OPEC, telah terhindar dari wilayah selatan, yang merupakan rumah dari sekitar tiga perempat produksi negara tersebut. Irak memompa sebanyak 3 juta barel per hari di bulan Juli, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomberg.

Jumat, 15 Agustus 2014

Harga minyak mentah AS berjangka diperdagangkan dalam range trading yang sempit hari Jumat setelah sesi sebelumnya kontrak Brent crude dan Nymex melemah tajam lebih dari 2 persen.
Terpantau sejauh ini harga minyak mentah AS berjangka untuk kontrak bulan September menguat tipis 0.19% di level $95.75 per barrel, lebih tinggi dibanding penutupan sehari sebelumnya di level $95.58 per barrel. Sementara kontrak Brent crude untuk bulan Oktober menanjak 0.35% ke level $102.43 per barrel, lebih tinggi dibanding penutupan sehari sebelumnya di level $102.07.

http://goo.gl/NUGGWS
Komentar rekonsiliasi Putin yang meredam kecemasan konflik Ukraina, turut menjadi katalis kejatuhan harga minyak. Di satu sisi, pelabuhan ekspor minyak terbesar di Libya kembali dibuka yang berpotensi menambah pasokan minyak dunia.

Rebound harga minyak diperkirakan masih terbatas seiring lemahnya laju ekonomi zona Euro pada Q2 yang mengindikasikan turunnya laju permintaan sementara dari sisi pasokan minyak dunia masih cukup memadai.

Kamis, 14 Agustus 2014

Harga minyak mentah naik dalam sesi perdagangan choppy pada hari Rabu, dengan minyak jenis Brent pulih dari level rendah 12 bulan seiring kisruh di Irak dan Libia membuat kecemasan terhadap potensi gangguan suplai tetap menjadi fokus.

Harga minyak mentah AS naik kendati laporan dari Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan suplai minyak mentah naik sebanyak 1.4 juta barel pekan lalu, dibandingkan ekspektasi adanya penurunan. Kenaikan suplai minyak mentah AS mencakup kenaikan sebanyak 418,000 barel pada Cushing, Oklahoma, daerah tujuan pengiriman kontrak minyak mentah AS yang diperdagangkan pada New York Mercantile Exchange.

Tin
http://goo.gl/NUGGWSgkat ekspor dari Libia sedang pulih kendati keresahan paling buruk di Libia sejak 2011, dengan kapal tanker minyak pertama yang meninggalkan pelabuhan Ras Lanuf pada hari Selasa sejak pembukaan kembali pasca ditutup hampir selama setahun.

Tingkat permintaan minyak di China, negara konsumen minyak terbesar kedua di dunia, juga turun bulan lalu, menurut data pemerintah pada hari Rabu, dengan implikasi tingkat konsumsi minyak turun 2% dari setahun lalu. Output dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) naik ke level tinggi 5 bulan di atas 30 juta barel per hari di bulan Juli, menurut International Energy Agency pada hari Selasa. 

EIA mengatakan said on Tuesday. The EIA said on Tuesday that U.S. crude production averaged an estimated 8.5 million bpd in July, the highest level since April 1987.

Rabu, 13 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate turun untuk hari kedua setelah laporan industri menunjukkan suplai minyak mentah dan bensin berekspansi di AS, yang merupakan pengguna minyak terbesar di dunia.

Minyak berjangka tergelincir sebanyak 0.2% di New York. Cadangan minyak mentah naik sebesar 229,000 barel dan cadangan bensin naik pada pekan lalu, kata American Petroleum Institute dalam sebuah laporan. Data pemerintah pada hari ini di perkirakan akan menunjukkan penurunan suplai, menurut survei Bloomberg.
http://goo.gl/NUGGWS

"Situasi suplai cukup baik," kata David Lennox, seorang analis sumber daya alam di Fat Prophets di Sydney. "Output dari AS terlihat cukup untuk mengatasi setiap pertumbuhan di pasar mereka dan seluruh dunia juga cukup di layani oleh OPEC."

Minyak WTI untuk bulan September turun sebanyak 27 sen menjadi $97.26 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $97.14 pada pukul 09.26 wib. Kontrak turun sebanyak 0.7% menjadi $97.37 kemarin, itu adalah level terendah sejak 7 Agustus.

Selasa, 12 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate tergelincir setelah menguat selama tiga hari sebelum di rilisnya data suplai bahan bakar dari AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

Minyak berjangka turun sebanyak 0.3%. Total cadangan minyak mentah mungkin akan turun untuk ketujuh kalinya dalam pekan yang berakhir 8 Agustus. Sementara itu volume di Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik pengantaran untuk kontrak WTI, kemungkinan naik, menurut survei Bloomberg sebelum Energy Information Administration besok. Suplai bensin turun sementara cadangan minyak suling naik, menurut survei.
http://goo.gl/NUGGWS
“Kita sudah membalikan semuanya kenaikan semalam yang kita lihat untuk WTI dan itu tidaklah mengejutkan, jelas ada kecenderungan penurunan di sini,” kata kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney. “Pasar terus fokus pada suplai.”

Minyak WTI untuk bulan September turun sebanyak 29 sen menjadi $97.79 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $97.88 pada pukul 08.35 wib. Kontrak menguat sebesar 0.4% menjadi $98.08 kemarin, itu adalah penutupan tertinggi sejak 4 Agustus. Harga minyak turun sebesar 0.5% pada tahun ini.

Cadangan minyak mentah AS kemungkinan turun sebanyak 1.75 juta barel menjadi 363.9 juta, menurut estimasi median dari delapan analis yang di survei oleh Bloomberg sebelum di rilisnya laporan dari EIA. American Petroleum Institute di jadwalkan akan merilis laporan terpisah pada hari ini.
Harga minyak mentah mencetak kenaikan pada hari Senin seiring aksi short-covering oleh trader di tengah ekspektasi penurunan lebih lanjut pada suplai minyak mentah domestik. Minyak Jenis Brent tertekan turun namun masih ditopang oleh sejumlah resiko geopolitik dari pekan lalu, termasuk pemberian izin oleh Presiden Barack Obama untuk serangan udara pertama As menuju Irak setelah menarik semua pasukan di tahun 2011 lalu.
http://goo.gl/NUGGWS

 “Pasar mencoba mengantisipasi kembalinya sejumlah resiko geopolitik," ucap Gene McGillian, analis pada Tradition Energy di Stamford. "Kami memperkirakan adanya penurunan pada suplai minyak WTI AS atau jika tidak tingkat permintaan ekspor untuk produk hasil distilasi, maka pasar akan melemah."

Dari berita internasional, Presiden Irak meminta nominasi dari koalisi Syiah sebagai Perdana Menteri untuk membentuk pemerintahan, menggantikan Nuri al-Maliki yang telah dilantik selama 3 masa jabatan.

Senin, 11 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate naik untuk hari ketiga di tengah spekulasi bahwa penurunan harga pada bulan lalu terlihat berlebihan di tengah AS memulai serangan udaranya di Irak.
http://goo.gl/NUGGWSMinyak berjangka menguat sebanyak 0.4% di New York, rebound dari penurunan sebesar 6.8% di bulan Juli, itu adalah penurunan terbesar sejak Mei 2012. Pesawat tempur dan drone AS menggempur para pejuang ISIS dalam berbagai serangan yang bertujuan untuk melindungi para personil Amerika dan mencegah pembantaian etnis dan warga pemeluk agama minoritas di wilayah utara Irak. AS juga berusaha untuk meredakan eskalasi konflik di Gaza dan Ukraina.

“Meskipun faktanya ada beberapa konflik geopolitik yang masih berlangsung, harga minyak masih berada cukup rendah daripada seharusnya dimana mereka berada,” kata Hong Sung Ki, seorang analis di Samsung Futures Inc., di Seoul pada hari ini. “Harga minyak WTI akan menunjukkan kenaikan bertahap hingga $100.”

Minyak WTI bulan September naik sebanyak 42 sen menjadi $98.07 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantiile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $97.82 per barel pada pukul 12.25 wib. Volume dari semua kontrak berjangka yang di perdagangkan sekitare 57% di atas rata-rata pergerakan 100 hari terakhir. Harga , yang di tutup di level terendah dalam enam bulan di $96.02 pada tanggal 6 Agustus lalu, telah turun sebanyak 0.5% pada tahun ini.

Jumat, 08 Agustus 2014

Minyak mentah kembali naik untuk kedua harinya setelah Presiden AS Barack Obama memberi izin untuk serangan udara terhadap Irak, negara produsenminyak terbesar kedua pada Organization of Petroleum Exporting Countries. 

Harga minyak mentah naik sebanyak 1.3% pada sesi London dan 1.1% pada sesi New York. Sementara Obama tidak menyebutkan rencana untuk mengirinkan angkatan darat ke Irak, ia memberikan izin untuk serang udara terhadap militant jika mereka mengancam keselamatan warga AS. Konflik pada negara produsen minyak OPEC sejauh ini belum menganggu produksi minyak di selatan Irak, tempat sekitar ¾ dari output miyak mentahnya.

“Dinamika saat ini telah berubah, dan resiko meningkat,” ucap Michael McCarthy, kepala strategis pada CMC Markets di Sydney. “Pasukan akan ditargetkan pada bagian utara Irak, cukup jauh dari fasilitas produksi minyak,  namun sentimen dapat menggerakkan pasar untuk waktu yang cukup lama.”

Kamis, 07 Agustus 2014

Harga minyak mixed pada hari Rabu, dengan minyak WTI berakhir di level terendah baru dalam enam bulan, meskipun data pemerintah menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam cadangan minyak mentah dan penurunan tajam yang tak terduga dalam cadangan bensin.
Kompleks minyak mentah mengalami rebound moderat, setelah data menunjukkan kenaikan permintaan di Amerika Serikat dan dapatkan dukungan yang di dasari oleh kekhawatiran atas masalah geopolitik.

The U.S. Energy Information Administration mengatakan bahwa cadangan minyak mentah AS turun sebanyak 1.8 juta barel, penurunan itu lebih kecil dari yang di laporkan oleh grup industri API pada hari Selasa namun cukup untuk pertahankan rebound dalam kemerosotan harga. Cadangan bensin turun sebanyak 4.4 juta barel, itu menunjukkan kuatnya permintaan.
“Penurunan cadangan bensin dan minyak suling cukup impresif, dan penurunan lebih lanjut dalam cadangan minyak mentah seharusnya berikan kombinasi untuk dukungan pada harga minyak,” kata John Kilduff, seorang analis di Again Capital LLC di New Yorl.

Minyak Brent menguat 30 sen untuk berada di dekat $105 per barel, setelah pada hari Selasa berakhir di level terendah sejak 7 November. Sementara itu minyak WTI bulan September turun sebesar 46 sen untuk berakhir di $96.22 per barel, itu adalah level terendah sejak 3 Februari.
Cadangan minyak mentah di AS turun sebanyak 5.5 juta barel menjadi 363.9 juta barel dalam pekan yang berakhir 1 Agustus, data di tunjukan oleh American Petroleum Institute pada hari Selasa.

http://goo.gl/NUGGWS
Para analis yang di survei Reuters perkirakan untuk penurunan sebanyak 1.7 juta barel.
Harga minyak telah turun lebih dari $10 per barel dalam enam pekan terakhir. Suplai global telah berjalan di atas permintaan, itu menciptakan kelebihan suplai di Atlantic Basin dan Asia. Para trader telah menjadi semakin gugup tentang lemahnya permintaan musiman dan marjin operasional kilang yang rendah di pasar global yang di suplai baik dengan kualitas yang tinggi, seperti minyak WTI.

Namun permintaan di AS terus menguat. Penurunan dalam cadangan minyak AS datang setelah data ekonomi yang optimis pada pekan ini yang termasuk lonjakan dalam aktivitas sektor jasa ke level tertinggi dalam sembilan tahun dan kenaikan yang mengejutkan dalam pemesanan pabrik, tanda-tanda tersebut memungkinkan untuk permintaan minyak yang lebih baik akan segera datang.

Rabu, 06 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate turun untuk ke level terendah dalam enam bulan sementara Brent turun ke level terendah pada tahun ini di tengah spekulasi bahwa kilang minyak akan memperlambat tingkat operasional mereka, itu mengurangi permintaan untuk minyak mentah.
Kilang mungkin beroperasi pada level 92.9% dari kapasitasnya pada tanggal 1 Agustus, turun sebesar 0.6% dari pekan sebelumnya, menurut survei Bloomberg sebelum di rilisnya laporan pemerintah pada hari Rabu. Kilang di AS biasanya memiliki jadwal pemeliharan antara bulan September sampai Oktober ketika permintaan bensin turun. Brent juga turun karena Libya mengatakan bahwa pelabuhan minyak Es Sider, yang merupakan yang terbesar di negara tersebut, sedang dalam pembicaraan untuk melanjutkan ekspornya.

“Aktivitas kilang telah mencapai puncaknya untuk tahun ini dan seharusnya akan terus turun,” kata Stephen Schork, presiden di Schork Group Inc. di Villanova, Pennsyvania. “Hanya ada empat pekan yang tersisa untuk musim puncak mengendarai di musim panas, jadi tidak banyak yang dapat mendukung harga.”
10.http://goo.gl/NUGGWS

Minyak WTI untuk bulan September turun sebanyak 91 sen, atau 0.93%, untuk settle di $97.38 per barel di New York Mercantile Exchange, itu adalah level terendah sejak 5 Februari. Kontrak berjangka menyentuh level $97.09 pada tanggal 1 Agustus, itu adalah level terendah intraday sejak 5 Februari.

Minyak Brent bulan September turun sebanyak 80 sen, atau 0.8%, menjadi $104.61 per barel di bursa ICE Futures Europe. Itu adalah level penutupan terendah sejak 7 November. Premi minyak Brent Terhadap WTI sebesar $7.23 versus $7.12 pada saat kemarin.

Selasa, 05 Agustus 2014

Minyak West Texas Intermediate rebound dari level terendah dalam enam bulan atas meningkatnya ketegangan di Irak dan spekulasi bahwa penurunan sebesar 4.1% pada pekan lalu terlihat berlebihan.

Para milisi dari ISIL, yang merupakan pecahan dari kelompok al-Qaeda, telah menguasai dua kilang minyak dan beberapa kota yang di domiasi oleh suku Kurdi di utara Irak, menurut sebuah pernyataan dari lembaga BUMN Northern Oil Co., pada tanggal 2 Agustus lalu. Minyak juga reli karena pasar saham AS rebound dari penurunan mingguan terbesarnya dalam dua tahun terakhir.
http://goo.gl/MOQklR
“Penurunan pada pekan lalu sudah di anggap cukup oleh pasar,” kata Carl Larry, presiden di Oil Outlooks & Opinion LLC di Houston. “Tidak ada alasan untuk minyak turun lebih rendah lagi daripada yang sudah ada. Minyak Brent menguat atas kecemasan di Timur Tengah.”

Minyak WTI untuk bulan September menguat sebesar 41 sen, atau 0.4%, untuk settle di $98.29 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak WTI turun menjadi $97.88 pada tanggal 1 Agustus, itu adalah penutupan terendah sejak 6 Februari.

Indeks relative strength (RSI) 14 hari untuk kontrak berjangka bulan depan mencapai level 31.5 setelah turun di bawah 30 dalam dua hari terakhir, berdasarkan data yang di kompilasi oleh Bloomberg. Penunjukkan RSI di bawah level 30 biasanya sinyalkan pasar berada di kondisi oversold. Kontrak WTI bulan September turun ke dekat MA 200 hari di $97.05 pada tanggal 1 Agustus.

Senin, 04 Agustus 2014

Harga gula di Bursa ICE US dan LIFFE pada perdagangan pekan lalu, 28 Juli-1 Agustus 2014, terpantau mengalami pelemahan signifikan secara agregat sepekan. Pelemahan harga gula di kedua bursa tersebut dipicu oleh sentimen negatif kuat dari posisi supply gula global dalam jangka pendek.

Trend bearish pada harga gula terpantau masih berlanjut pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US dan LIFFE. Kondisi supply yang terus menekan pergerakan harga gula, disaat belum ada fundamental kuat terkait pergerakan demand membuat harga gula kian tergerus di bursa. Hal tersebut bahkan diperburuk oleh kondisi persediaan gula yang dikabarkan sedang mengalami penumpukan di pasar global untuk perdagangan jangka pendek. Imbas hal tersebut, harga gula semakin tergerus hingga level terendah 7 bulan.

http://goo.gl/rcloKc
Walaupun demikian, harga gula pada pekan lalu sempat mengalami rebound akibat adanya dorongan dari prediksi output gula jangka panjang. Kondisi cuaca global yang diprediksi akan kurang mendukung sektor agrikultur di akhir tahun khususnya bagi wilayah Brasil dan Asia Tenggara, berpotensi menganggu pertumbuhan tebu di wilayah tersebut. Namun, dorongan sentimen positif tersebut, tertutup kuat oleh tumpukan persediaan untuk jangka pendek.

Pada perdagangan pekan lalu di Bursa ICE US, harga gula terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga gula berjangka ICE US untuk kontrak Oktober 2014 turun 4,61% ke tingkat harga $16,35/ton atau melemah $0,79/ton.

Sementara pada perdaganga di Bursa LIFFE, harga gula putih juga ditutup melemah signifikan pekan lalu. Harga gula putih berjangka LIFFE untuk kontrak Oktober turun 2,7% ke tingkat harga $435,70/ton atau melemah $12,20/ton.

Para analis memprediksi harga gula akan cenderung bergerak kembali melemah pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh masih kuatnya sentimen negatif dari penumpukan supply gula global. Terkait pergerakan harga gula, range normal diprediksi akan berada di kisaran $16,00-$16,60 pada gula ICE US dan $430-$440 pada gula LIFFE.
Minyak melemah pada hari Jumat, bergerak semakin menjauhi level $100, dan mencatat penurunan 4% dalam sepekan, menjadi penurunan mingguan terbesar dalam tujuh bulan terakhir. Minyak menguat di awal perdagangan setelah data menunjukkan dua pengukuran aktivitas manufaktur China menunjukkan peningkatan bulan Juli. China merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

Pelemahan dollar berhasil memangkas penurunan minyak, dollar melemah setelah data menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja lebih rendah dari perkiraan di bulan Juli. Departemen Tenaga Kerja melaporkan non-farm payrolls sebesar 209.000, lebih rendah dari perkiraan, setelah naik 298.000 pada bulan Juni.

http://goo.gl/MOQklR
Selain itu data aktivitas manufaktur AS menyentuh level dalam tiga tahun terakhir juga mampu memangkas pelemahan minyak. Indeks aktivitas manufaktur dari Institute for Supply Management naik menjadi 57,1 pada bulan Juli dari bulan sebelumnya sebesar 55,3, di atas estimasi sebesar 56,1. AS adalah konsumen minyak terbesar di dunia.

Minyak mentah pada perdagangan Jumat ditutup pada level $97,62 per barel, dengan level tertinggi harian $98,10 dan terendah $97,09.

Rabu, 23 Juli 2014

http://goo.gl/bEa5Lz

Ditengah positifnya pasar sikapi hasil pengumuman hasil pilpres, emas batangan semakin murah dan menjadi pilihan bagi investor setelah harga emas di pasar komoditi global terkoreksi oleh data ekonomi AS yang positif. Selain itu Antam menurunkan harga emas batangannya hingga Rp.3000 dikarenakan harga Rupiah akan semakin menguat lagi perdagangan hari ini.

Melemahnya harga emas dunia pada perdagangan sesi Amerika disebabkan rilis data ekonomi negara tersebut positif seperti data inflasi dan juga meningkatnya kinerja sektor perumahan AS yang sebabkan dolar AS semakin kokoh. Harga emas spot doakhir perdagangan AS bergulir dalam kisaran 1305,85 USD/t oz yang telah turun 0,45% dari sesi sebelumnya.

Turunnya harga emas Antam tersebut membuat  harga minted bars ukuran 1 gram dijual Rp.529.000, demikian juga dengan buybacknya seharga Rp.469.000. Harga-harga ukuran lainnya tertera dalam tabel dibawah.

Gram   Price/Bar   Price/Gr
500244.800.000   489.600
250122.500.000   490.000
10049.050.000   490.500
5024.550.000   491.000
2512.300.000   492.000

Sebagai informasi dilaporkan juga harga emas  spot sesi Asia pagi ini bergerak positif namun terbatas dan sebelum berita ini disampaikan nilai sedang bergulir naik di kisaran 1307,55 USD/t oz, namun untuk emas berjangka di bursa Shanghai hampir semua  kontrak berjangka mengalami penurunan kecuali kontrak bulan Oktober yang terus menguat ke kisaran 261,85 yuan.