Rabu, 16 Juli 2014

http://goo.gl/rcloKcSterling melesat ke level puncak dalam 6-tahun terakhir versus Dollar AS pada hari Selasa pasca data secara tak terduga menunjukkan inflasi Inggris berakselerasi pada laju tercepat sejak Januari, yang mendukung ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun ini. 

Office for National Statistics melaporkan harga konsumen tumbuh 1,9% pada bulan Juni, melampaui perkiraan 1,6%. Data lainnya juga menunjukkan kenaikan harga rumah, dengan harga property di London menorehkan rekor lonjakan 20,1% sepanjang 12 bulan hingga Mei. 

Bagaimanapun, beberapa faktor dinilai masih mengancam rally Sterling. Valentin Marinov, analis mata uang Citi, mengatakan bahwa voting untuk kemerdekaan Skotlandia yang rencananya akan digelar pada 18 September mendatang tetap beresiko menghambat pembelian Sterling terhadap Dollar.
Pasar Seoul – Korea Selatan nampak tertekan di kisaran negatif pada perdagangan hari Rabu (16/7) lantaran sikap investor terbawa suasana pasar Asia yang lesu setelah bursa Wall Street berakhir variatif semalam.

Kalangan investor secara umum cenderung mengaitkan prospek investasi mereka dengan kekhawatiran terhadap berakhirnya stimulus dari Federal Reserve Amerika Serikat. Sehingga aksi jual nampak terlihat di sejumlah sektor di lantai bursa Seoul.

Bahkan para investor terkesan mengabaikan rilis data-data ekonomi China yang apik termasuk data domestik yang muncul pagi ini. Pemerintah Korsel merilis tingkat pengangguran negeri gingseng menurun menjadi 3.6% di bulan Juni dari bulan sebelumnya di angka 3.7%.
http://goo.gl/MOQklR

Sebelumnya di hari Selasa, pemerintah merilis data eksport Korsel yang muncul sebesar 2.5% di bulan Juni, masih sama dengan angka di bulan sebelumnya. Kokohnya tingkat eksport ini membuat neraca perdagangan Korsel selama bulan Juni turut meningkat menjadi $5.50 milyar dibanding bulan sebelumnya sebesar $5.30 milyar.

Sedangkan China merilis data-data ekonomi yang rata-rata meningkat di atas ekspektasi para ekonom dan analis. Sementara indeks utama Kospi (KS11) tercatat melemah (-0.15%) atau terkikis (-3.08) poin pada kisaran 2009.64.

Di lantai bursa beberapa saham blue-chips masih terpantau menguat seperti Hyundai Motor dan KIA Motors yang masing-masing rally sekitar 1 persen.
http://goo.gl/MOQklRLantai bursa Australia nampak tergerus di perdagangan hari Rabu (16/7) meskipun data-data ekonomi dari China memberikan gambaran pertumbuhan yang meningkat.  

Rupanya kalangan investor di bursa Sydney lebih cenderung mengaitkan prospek investasi mereka dengan kekhawatiran terhadap berakhirnya stimulus dari Federal Reserve Amerika Serikat. Sehingga aksi jual turut mewarnai aktivitas perdagangan di lantai bursa.  

Di bursa Sydney nampak saham Karoon Gas Australia Ltd. merosot hingga 1.5%. Sedangkan saham Qantas Airways Ltd. tergerus 1.4% setelah kabar menunjukkan bahwa amandemen UU Penjualan Qantas akan menaikkan batasan atas investasi asing di maskapai tersebut.

Namun demikian saham-saham pertambangan terbesar negeri itu masih terlihat mendulang gain. Tercatat saham Rio Tinto Ltd. rally 1%, saham Fortescue Metals Group Ltd. melesat 1.9%, saham BHP Billiton Ltd. menguat 0.3%, dan saham Whitehaven Coal Ltd. melonjak 1.3%.

Sementara indeks utama Sydney ASX-200 terpantau terkikis -0.14% atau -7.60 poin pada kisaran area 5503.70.
Indeks Shanghai China terpantau menguat tipis di perdagangan hari Rabu (16/7) terutama setelah pemerintah merilis sederet data-data ekonomi yang apik sehingga memotivasi minat beli terhadap sektor ekuitas di lantai bursa.

http://goo.gl/MOQklR
Kalangan investor terutama menyambut data pertumbuhan GDP China kuartal II yang naik 7.5% dibanding kuartal yang sama satu tahun yang lalu pada level 7.4%. Sedangkan dibanding kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi juga meningkat sebesar 2% terhadap 1.4% pada triwulan pertama tahun ini.
Di lantai bursa sejumlah saham berbasis infrastruktur nampak paling unggul dalam merespon data tersebut. Setidaknya saham China State Construction melonjak lebih dari 4% dan saham Daqin Railway melesat hingga sekitar 2.3%.

Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, indeks utama Shanghai komposit China terlihat hanya mampu menguat tipis +0.06% dan mencatat kenaikkan +1.27 poin pada kisaran 2071.63. Sedangkan Indeks utama Hang Seng (.HSI) juga tercatat menguat tipis +0.22% atau +51.63 poin pada kisaran 23511.59.
Hang Seng mempertahankan penguatan setelah serangkain data Cina yang baru dirilis membuat investor lebih yakin dengan keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi terbesar No.2 di dunia tersebut. GDP tahunan Cina tumbuh 7,5% di Q2 2014; lebih tinggi dari prediksi dan publikasi sebelumnya 7,4% di Q1 2014. Produksi industri tahunan Cina naik 9,2% untuk bulan Juni; lebih tinggi dari estimasi 9,0% dan publikasi sebelumnya 8,8%. Laju investasi juga meningkat menjadi 17,3% meski penjualan ritel mencatatkan perlambatan dengan hanya naik 12,4% di Juni. 
http://goo.gl/MOQklR 
Serangkaian data tersebut dapat memberikan bukti bahwa perekonomian Cina kini mulai stabil setelah mengalami perlambatan di awal tahun. Ini juga tunjukan bahwa kebijakan stimulus mini yang telah diluncurkan Beijing cukup efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Hang Seng futures naik 0,22% dan kini diperdagangkan di level 23485.

Meski demikian, investor terlihat enggan mendorong kenaikan indeks terlalu tinggi setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen isyaratkan bank sentral AS dapat mempercepat rencana kenaikan suku bunga jika perbaikan sektor tenaga kerja lebih cepat dari yang diprediksi. Data tenaga kerja AS terakhir cukup solid dengan tingkat pengangguran yang terus turun hingga menyentuh 6,1% untuk bulan Juni. 
 
Ini berarti Fed mungkin dapat lebih cepat menaikan suku bunga dari konsensus pertengahan 2015. Kebijakan suku bunga rendah Fed merupakan salah satu faktor penopang rally bursa saham global. Jika Fed tengah bersiap untuk menaikan suku bunga lebih cepat dari seharusnya maka ini juga dapat berarti berkurangnya potensi rally saham lebih lanjut.
Kospi mencatatkan penguatan tipis setelah berlanjutnya pelemahan won mengurangi kekhawatiran investor terhadap outlook pendapatan eksportir Korea Selatan. Won sentuh 1032.70 terhadap Dollar AS di awal sesi Asia; menjauhi level terkuat 5 tahun 1007.90 yang diraih pekan lalu. Jika pelemahan won berlanjut maka ini dapat menjaga produk ekspor Korea Selatan tetap kompetitif di pasar internasional.   

http://goo.gl/MOQklR
Meski demikian, investor terlihat enggan mendorong kenaikan indeks terlalu tinggi setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen isyaratkan bank sentral AS dapat mempercepat rencana kenaikan suku bunga jika perbaikan sektor tenaga kerja lebih cepat dari yang diprediksi. Data tenaga kerja AS terakhir cukup solid dengan tingkat pengangguran yang terus turun hingga menyentuh 6,1% untuk bulan Juni. 

Ini berarti Fed mungkin dapat lebih cepat menaikan suku bunga dari konsensus pertengahan 2015. Kebijakan suku bunga rendah Fed merupakan salah satu faktor penopang rally bursa saham global. Jika Fed tengah bersiap untuk menaikan suku bunga lebih cepat dari seharusnya maka ini juga dapat berarti berkurangnya potensi rally saham lebih lanjut.

Investor juga terlihat berhati-hati menjelang publikasi serangkaian data Cina pagi ini. Cina akan merilis data GDP, produksi investasi, investasi, dan penjualan ritel pada jam 09.00 WIB. Serangkaian data tersebut dapat memberikan petunjuk lebih lanjut atas kondisi perekonomian terbesar No.2 di dunia tersebut. Kospi futures naik 0,21% dan kini diperdagangkan di level 261.90
Bursa saham AS fluktuatif pada hari Selasa, investor menilai laporan earning yang apik dari sektor perbankan dan kekhawatiran dari Federal Reserve mengenai valuasi di antara perusahaan media social dan biotech.

http://goo.gl/MOQklRPimpinan Fed, Janet Yellen, memberikan sinyal akan mempercepat rencana kenaikan suku bunga jika pasar tenaga kerja terus menunjukkan peningkatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan. Namun Yellen juga menegaskan waktu untuk menaikkan suku bunga belum tiba, mengingat ketidakpastian yang mengelilingi outlook ekonomi. Stimulus moneter dikatakan masih diperlukan mengingat pasar tenaga kerja yang masih kendur dan tingkat inflasi yang belum mencapai target Fed.

JP Morgan Chase dan Goldman Sachs menguat setelah memberikan laporan kuartalan lebih baik dari estimasi. Facebook dan Yahoo melemah setelah Fed, dalam laporan kebijakan moneter, menunjukkan kekhawatiran akan valuasi saham perusahan social media kecil dan biotech.

Setelah sempat menguat 64 poin dan menyentuh rekor intraday, Dow Jones bergerak antara penguatan dan pelemahan sebelum ditutup menguat 5,26 poin atau 0,03% menjadi 17060,68. S&P 500 melemah 3,82 poin atau 0,2% menjadi 1973,28. Nasdaq turun 24,03 poin atau 0,5% menjadi 4416,39.
  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan penembusan di bawah area 1.3550 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1.3510, sebelum menguji kembali area support kunci 1.3485. Resisten terdekat terlihat disekitar area 1.3620, penembusan konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek kemungkinan menguji area 1.3645.

  • GBP/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, khususnya jika harga mampu menembus area 1.7175 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area resisten 1.7200 – 1.7220. Support terdekat terlihat disekitar area 1.7130, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas. Namun secara keseluruhan skenario masih bullish selama harga bertahan di atas area 1.7085.

  • USD/JPY. Bias bullish dalam jangka pendek khususnya jika harga mampu menembus area 101.75 untuk memicu momentum bullish menuju area 102.15. Support terdekat terlihat disekitar area 101.30, hanya penembusan di bawah area tersebut akan mengubah bias intraday kembali ke bearish untuk menguji kembali area 101.00 atau lebih rendah.

  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek khusunya jika harga mampu menembus di atas area 0.8970 untuk memicu momentum bullish menuju setidaknya area 0.9000, sebelum menguji kembali area 0.9025. Support terdekat terlihat disekitar area 0.8930, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek kemungkinan menguji kembali area 0.8905.

  •  AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek setelah berada pada wilayah jenuh beli, namun dibutuhkan penembusan di bawah area 0.9335 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 0.9315, sebelum membidik area support kunci 0.9270. Resisten terdekat terlihat di sekitar area 0.9390, penembusan konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek kemungkinan menguji kembali area 0.9425.

  • XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 1291, dibutuhkan penembusan di bawah area tersebut untuk memicu momentum bearish lebih lanjut untuk menguji area 1285, sebelum membidik area 1276. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 1304, penembusan dan gerakan konsisten di atas area tersebut akan membawa harga naik, berpotensi menguji area 1312.

  • Hang Seng Futures. Bias bullish dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 23500. Penembusan dan gerakan konsisten di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji kembali area 23630. Disisi lain, penembusan di bawah area 23340 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 23210.

  • Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 15440. Penembusan di atas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish membidik area 15525. Pada pergerakan ke bawah, penembusan dan gerakan konsiten di bawah area 15220 akan membawa bias kembali ke bearish, lebih jauh menguji kembali area 15165.

  • Kospi Futures. Secara keseluruhan, bias masih netral. Namun pola candlestick Doji pada grafik 4 jam mengindikasikan koreksi bearish dalam jangka pendek kembali ke atas area 259.20 sebelum menguji area 257.30 dan 255.45. Sementara untuk pergerakan naik, hanya break ke atas area 263.30 yang dapat memicu tekanan bullish lanjutan menuju area 265.25.

Selasa, 15 Juli 2014

Nilai tukar rupiah kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari Selasa ini (15/7). Mata uang lokal makin terpukul karena para investor was-was terhadap kemungkinan berlarut-larutnya sengketa saling klaim kemenangan hasil pilpres tanggal 9 Juli lalu.

Semestinya sentiment terhadap rupiah cukup positif jika melihat kondisi makroekonomi Indonesia. Rilis data ekonomi makro Indonesia pada minggu lalu menunjukan hal positif, terpantau Bank Indonesia kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI rate) pada level 7,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar hari Kamis pekan lalu. Rapat Dewan Gubernur memutuskan mempertahankan BI rate pada level 7,5 persen dengan suku bunga deposit facility dan lending facility tetap masing-masing 5,75 persen dan 7,5 persen.

Akan tetapi belum pastinya siapa presiden terpilih membuat para investor menahan diri untuk membeli asset-aset berdenominasi rupiah. Hari ini bursa saham menguat didukung kenaikan di bursa Asia.

Rupiah terpantau diperdagangkan pada posisi 11717 per dollar AS hari ini. Rupiah mengalami penurunan sebesar 52 poin atau 0.45 persen dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Diperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini akan bertahan di teritori negatif. Mata uang ini tampaknya akan mengalami pergerakan pada kisaran 11700 – 11750 per dollar AS.
http://goo.gl/MOQklR
Inflasi harga konsumen di India pada bulan Juni lalu melambat lebih dari yang diharapkan. Inflasi harga konsumen tercatat  turun ke posisi 7,31 persen pada Juni lalu dari 8,28 persen di bulan sebelumnya.
India Inflation Rate
Sedangkan pada Juni 2013 lalu, inflasi tercatat pada level yang lebih tinggi yaitu 9,87 persen. Harga makanan dan minuman tercatat naik ke level 7,9 persen dan inflasi harga pangan konsumen sebesar 7,97 persen. Pada saat yang sama, biaya bahan bakar juga naik menjadi 4,58 persen dan pakaian beserta alas kaki tercatat sebesar 8,65 persen.

Dengan melihat inflasi India yang tercatat melambat saat ini,  maka hal ini cukup baik bagi kondisi makroekonomi negara tersebut mengingat kondisi inflasi India yang cukup tinggi sebelumnya maka memang harus dikendalikan agar dapat kembali ke level yang rendah.
Presiden Xi Jinping melakukan kunjungan ke Amerika Latin pada hari Selasa (15/7) untuk memperkuat kerjasama dan juga meningkatkan hubungan ekonomi karena adanya permintaan domestik dan restrukturisasi ekonomi daerah negara-negara di Amerika Latin ungkap pejabat kementerian departemen perdagangan.

Kedua negara ini merupakan memiliki potensi pasar domestik yang dinamis, menjanjikan dan baik untuk jangka panjang, baik Amerika Latin maupun Tiongkok. Hubungan bilateral telah berkembang pesat khususnya ketika Tiongkok tergabung dalam Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2001 sehingga terjadi kovergensi dalam beberapa tahun terakhir.

Tiongkok merupakan mitra dagang ketiga terbesar di Amerika latin setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa. Perdagangan bilateral tahun 2013 naik tipis 0,1% menjadi USD 261,5 miliar. Ekspor Tiongkok ke Amerika Latin turun 0,7% menjadi USD 134,2 miliar, sedangkan impor tumbuh sebesar 1% menjadi USD 127,3 miliar, menurut Administrasi Umum Bea Cukai sedangkan pada tahun 2000 perdagangan Tiongkok dengan Amerika Latin sebesar USD 12,6 miliar.

http://goo.gl/rcloKcPada kuartal satu 2014 perdagangan bilateral ini meningkat sebesar 6,1% dari tahun sebelumnya menjadi USD 80,09 miliar. Ekspor Tiongkok ke Amerika Latin mengalami penurunan sebesar 1,9% menjadi USD 39,3 miliar sedangkan impor melonjak 15,2% menjadi USD 40,7 miliar. Secara keseluruhan perdagangan bilateral ini berpusat pada produk tradisional, perlu di dorong perdagangan produk teknologi yang bernilai tambah tinggi ujar pejabat kementerian.

Seperti di Tiongkok memiliki keunggulan di bidang tenaga surya dan alat-alat besar sedangkan di Amerika Latin ekonomi rendah karbon. Dorongan yang di berikan oleh pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan investasi di Amerika Latin akan berpusat pada sektor energi baru, material baru, konversi energi dan perlindungan lingkungan, bioindustri, inovasi teknologi dan manufaktur.

Dalam beberapa tahun terakhir ini investasi yang di lakukan oleh Tiongkok tumbuh pesat di Amerika Latin khususnya di energi dan mineral, manufaktur, listrik, pertanian dan keuangan. Investasi non financial Tiongkok meningkat pesat 42,9% menjadi USD $ 15,1 miliar, menurut kementerian perdagangan.
Seperti yang kita ketahui, pergerakan IHSG pada pekan lalu (7 Juli – 12 Juli 2014) secara mingguan terpantau menguat signifikan sebesar 2.58 % ke level 5,032.559. Indeks LQ 45 juga alami penguatan sebesar 3.85% ke level 861.215 dan bahkan Jakarta Islamic Index juga naik 4.02% di angka 441.695.

http://goo.gl/5TERw9
Penguatan ini terjadi akibat sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street dan Bursa Asia yang terpantau menguat sehingga mampu memberikan pergerakan bagi IHSG. Selain itu sentimen positif datang setelah berlangsungnya pemilihan presiden yang berjalan damai.

Selain itu, rilis data ekonomi makro Indonesia pada minggu lalu menunjukan hal positif, terpantau Bank Indonesia kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI rate) pada level 7,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar hari Kamis (10/7/14). Rapat Dewan Gubernur memutuskan mempertahankan BI rate pada level 7,5 persen dengan suku bunga deposit facility dan lending facility tetap masing-masing 5,75 persen dan 7,5 persen.

Adapun untuk minggu ini pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh beberapa fundamental yang patut dicermati oleh para investor pelemahan pada bursa saham AS dan Eropa awal pekan akibat aksi profit taking beberapa hari lalu. Selain itu bursa Asia yang terlihat melemah ditengah kekhawatiran data ekonomi China juga patut diwaspadai

Dari sentimen dalam negeri ada juga fundamental yang patut dicemati para investor seperti perhelatan pemilihan presiden Republik Indonesia yang telah dilangsungkan hari Rabu akan meningkatkan sentimen pasar. Para investor berharap agar pemilu tersebut berjalan aman dan damai sehingga masih menghasilkan iklim investasi yang kondusif. Investor masih menanti bagaimana hasil perhitungan suara pada awal minggu depan dan berharap agar berjalan lancar. Beberapa event dan data penting minggu ini yang diperkirakan dapat mempengaruhi pergerakan bursa yaitu :

data 

Merangkum kondisi dan data yang ada maka diprediksi IHSG bergerak pada support mingguan yang ada di level 4.850-4.880. Sementara jika IHSG bergerak bullish maka resistance mingguan akan ada di level 5030-5080. Sedangkan secara teknikal IHSG diperkirakan cenderung bullish dalam jangka pendek.
Harga emas tertekan cukup dalam kemarin, lebih dari $30 per troy ons. Pelemahan harga emas ini dipicu meredanya kekhawatiran soal krisis bank di Portugal dan kembalinya pelaku pasar ke risk assets seperti bursa saham.
 
http://goo.gl/rcloKcHarga kini berada di kisaran $1307 per troy ons, bergerak mendatar sejak menyentuh level rendah kemarin di $1301.56. Tekanan turun masih terlihat di pasar. Namun potensi rebound terbatasjuga terbuka karena penurunan yang sangat dalam. Potensi rebound ke area 1313-1320.

Tekanan turun yang masih besar masih berpeluang mendorong harga ke menguji kembali level support 1302-1305. Dan penembusan ke bawah support ini bisa mendorong harga melemah ke kisaran 1293 (MA 200 grafik 4 jam).

Hari ini market mover penting yang bisa mempengaruhi pergerakan pasar yaitu Testimoni Gubernur Bank Sentral Inggris, Mark Carney dan AS, Janet Yellen. Pasar mencari indikasi kenaikan suku bunga.
http://goo.gl/5TERw9Harga emas LLG pada sesi perdagangan Asia hari ini (15/7) dibuka menguat tipis setelah perdagangan sesi sebelumnya harga emas anjlok oleh aksi profit taking dan menguatnya bursa saham global. Namun berbeda dengan emas berjangka di bursa Shanghai yang dibuka melemah hingga sesi siang ini.

Selain penguatan bursa gobal, harga emas berjangka drop oleh penguatan  bursa Asia dan juga pudarnya kekhawatiran  terhadap kondisi ekonomi Portugal yang disebabkan salah satu bank di Portugal yang tidak bisa membayar utang obligasinya yang  juga telah memicu harga emas kuat akhir pekan lalu.

Pergerakan emas pada hari ini akan dipengaruhi dengan data ekonomi AS yang diperkirakan mixed seperti penjualan ritel dan juga import bulanan negeri tersebut. Dan kemudian menjelang akhir perdagangan sesi AS dinihari besok akan bergerak kembali setelah pidato gubernur the Fed.

Dan secara teknikal harga emas masih akan bergerak sideways di kisaran 1304,5 – 1309 USD/t oz sambil menunggu data ekonomi AS yang akan dirilis malam nanti dan berpotensi akan melemah kembali menuju level supportnya di kisaran 1304. Dan setelah tembus level support kuat akan terus melanjutkan ke support lemah di 1286, dengan indikator  stochastic masih di level overbought begitu juga indicator RSI yang saat ini menuju ke level oversold.
http://goo.gl/5TERw9Produsen mesin pesawat terbang, GE Aviation memperkirakan akan meraup pesanan senilai 30 milyar dollar (17.5 milyar pound) untuk dirinya sendiri dan vendor gabungannya CFM pada Farnborough Airshow dan mengatakan keputusan Airbus hanya menggunakan mesin dari Rolls-Royce untuk pesawat A330neo yang baru saja diluncurkan merupakan keputusan yang tepat. Airbus membuka Farnborough Airshow pada hari Senin dengan mengumumkan rencana untuk meluncurkan versi rombakan dari pesawat jarak menengah A330 miliknya.
 
David Joyce, CEO dari GE Aviation, mengatakan bahwa GE memiliki banyak bisnis untuk 5 hingga 8 tahun kedepan dan bahwa memasok mesin untuk A330neo nampaknya tidak masuk akal menurut sudut pandang keuangan. 

"Jika pesanan tersebut masuk ke dalam portofolio kami dengan nilai ekonomis yang tepat, kami mungkin akan mengejar pesanan tersebut lebih keras. Namun memperimbangkan hal lainnya, ini merupakan kepurusan yang tepat," ucapnya pada jurnalis di Farnborough Airshow yang berlangsung pada tanggal 14-20 Juli.
http://goo.gl/5TERw9Pemilik British Airways, IAG memesan sebanyak 20 unit pesawat Airbus 320neo pada hari Senin, kesepakatan yang bernilai lebih dari 1 milyar dollar menurut list harga, dan terjadi pada hari pertama Farnborough Airshow. Produsen pesawat asal Eropa, Airbus memulai Farnborough lebih awal dengan konfirmasi pihaknya akan meluncurkan versi rombakan atau “neo dari pesawat jet berbadan lebar A330, mencoba untuk meniru kesuksesan yang dicapainya dengan versi baru pesawat A320.
 
IAG, yang juga memiliki Iberia di Spanyol dan Vueling, mengatakan 20 unit pesawat A320neo yang dipesan merupakan bagian dari 100 opsi  yang dipilihnya untuk pesawat terbang setahun lalu. Pesawat jet baru tersebut akan dikirimkan pada tahun 2018 dan 2019, tambahnya. 

“Pesawat-pesawat ini saat ini ditujukan untuk menggantikan kekurangan pesawat sebanyak 21 penerbangan jarak pendek British Airways namun akan direlokasikan jika penerbangan jarak pendek tersebut tidak menguntungkan,” menurut pernyataan perusahaan.
Minyak West Texas Intermediate di perdagangkan di dekat harga terendah dalam dua bulan sebelum di rilisnya data cadangan minyak mentah yang mungkin sinyalkan menguatnya permintaan bahan bakar di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

http://goo.gl/5TERw9Minyak berjangka hanya sedikit berubah di New York setelah menguat sebesar delapan sen kemarin. Cadangan bensin kemungkinan naik sebesar 900.000 barel per hari pada pekan lalu menjadi 215.2 juta. Sedangkan minyak suling juga meningkat, menurut hasil survey Bloomberg News sebelum di rilisnya laporan dari pemerintah besok.  Pasokan minyak mentah nasional berkurang sebanyak 2.5 juta, di tunjukan dalam survey terhadap analis.

Minyak WTI untuk bulan Agustus bergerak di kisaran $100.92 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, naik 1 sen pada pukul 08.44 wib. Kontrak di tutup di $100.83 pada tanggal 11 Juli, itu adalah level terendah sejak 12 Mei. Harga minyak telah naik sebesar 2.6% pada tahun ini.

Cadangan minyak AS kemungkinan turun menjadi 380.1 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 juli, menurut estimasi median dari sembilan analis yang di survey Bloomberg. Pemerintah di jadwalkan akan merilis laporan cadangan mingguan pada pukul 21.30 wib besok.
Yen pertahankan pelemahannya terhadap sebagian besar mata uang utama dari kemarin sebelum di rilisnya kebijakan dari Bank of Japan dan testimony dari ketua Federal Reserve Janet Yellen kepada anggota parlemen AS pada hari ini.

Dollar rebound dari level terendah tujuh pekan terhadap mata uang Jepang, sedangkan yield Treasury bertenor dua tahun naik untuk pertama kalinya dalam sepekan di tengah spekulasi bahwa Yellen akan berikan tambahan pandangan pada waktu untuk kenaikan suku bunga pertama kali sejak tahun 2006.
http://goo.gl/5TERw9
Dollar Australia menjadi mata uang dengan kinerja terbaik ketiga di antara kelompok 10 mata uang terhadap greenback sejak ketua Reserve Bank mengatakan bahwa Aussie telah overvalued pada tanggal 3 Juli. Bank sentral akan merilis hasil minutes pertemuan terakhir pada hari ini.

“Yield obligasi AS naik, menyeret dollar-yen bergerak lebih tinggi dengan itu,” kata Kazuo Hirao, seorang trader di Union Bank NA di Los Angles. “Setiap komentar atau ketiadaan peristiwa dari bank sentral berpotensi menggerakan pasar.”

Yen tidak banyak berubah di kisaran 101.55 per dollar pada pukul 08.30 wib dari kemarin, ketika yen melemah sebesar 0.2%. Yen di perdagangkan di kisaran 138.35 per euro dari 138.28 kemarin, ketika mereka melemah 0.3%. Sementara itu mata uang Eropa bergerak di kisaran $1.3622 dari $1.3619 pada penutupan di New York.
http://goo.gl/5TERw9Yen melemah terhadap semua mata uang utama di tengah spekulasi bank sentral di seluruh dunia akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif, yang mana mendorong tingkat permintaan untuk aset ber-yield tinggi.

Mata uang Jepang melemah untuk pertama kalinya terhadap dollar seiring bank of Japan memulai pertemuan dua hariannya, sementara Gubernur Federal Reserve Janet Yellen akan melangsungkan testimoni di hadapan Kongres pekan ini.

Investor sedang menantikan review kebijakan oleh Bank of Japan pada hari Selasa, meski BOJ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan dan outlooknya terhadap perekonomian secara luas. Namun BOJ mungkin akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini, menurut sumber, menunjukkan lemahnya sektor ekspor dan penurunan yang lebih tinggi dari ekspektasi pada tingkat belanja rumah tangga pasca kenaikan pajak penjualan di bulan April, meski perubahan padaproyeksi GDP tidak akan memicu perubahan kebijakan moneter.

“Risk aversion global sedang mereda,” ucap Lee Hardman, strategis mata uang pada Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di London. “Hal tersebut membuat investor untuk memburu aset beresiko, dan memicu koreksi sebagian pada gain yen yang disebabkan permintaan safe-haven.”
http://goo.gl/5TERw9Trader mata uang asing mengurangi posisi bullish-nya terhadap pound setelah mata uang Inggris tersebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari 5 tahun bulan ini. Posisi bullish terhadap sterling oleh hedge fund dan spekulan besar lainnya berkurang pekan lalu dari level tertinggi sejak 2007, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission AS.

Pound melemah untuk ketiga harinya terhadap dollar dan obligasi pemerintah Inggris flat hari ini menjelang data pemerintah besok yang diperkirakan akan menunjukkan laju inflasi bertambah cepat di bulan Juni, sementari masih bertahan di bawah target Bank of England sebesar 2%.

“Pertanyaannya adalah apakah ada alasan untuk mengurangi posisi long pada pound,” ucap Peter Kinsella, strategis mata uang senior pada Commerzbank AG di London, terkait posisinya selanjutnya. “Kemungkinan tidak, meski mungkin masuk akal jika investor menaikkan target penguatan sterling, yang dikenal sebagai stop-loss, lebih dekat ke level saat ini,” ucapnya. “Secara umum, data Inggris masih bagus.”
Dollar diperdagangkan stabil di area flat terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Senin namun sedikit menguat terhadap yen Jepang seiring investor menantikan testimoni oleh Gubernur Federal Reserve Janet Yellen di hadapan Kongres mengenai kebijakan moneter AS. 

http://goo.gl/5TERw9Yield obligasi AS sebagian besar telah turun dalam beberapa pekan belakangan ini dan Fed Funds futures menunjukkan investor mendorong mundur ekspektasi pengetatan kebijakan menyusul dirilisnya minutes the Fed pekan lalu yang menunjukkan bank sentral tidak tergesa-gesa dalam menaikkan tingkat suku bunga.

Sehingga semuanya akan tergantung apa yang dikatakan oleh Yellen saat ia tampil di depan Kongres pada hari Selasa dan Rabu, terutama mengingat data AS di kuartal kedua mensinyalkan perekonomian menguat.
"Investor berharap Yellen akan mengatakan sesuatu yang substansial. 

The Fed nampaknya akan mentolerir sedikit kenaikan inflasi sebelum mulai menaikkan tingkat suku bunga,” ucap Peter Kinsella, strategis mata uang Commezbank. "Kuncinya adalah yield obligasi AS, dan jika yield tidak bergerak naik, mungkin dollar tidak akan bergerak terlalu signifikan," ucapnya. 

Trader mata uang sedang menantikan petunjuk trend makroekonomi dan juga akan fokus pada Empire State Manufacturing Survey pada hari Selasa dan Philadelphia Fed Survey pada hari Kamis, ucap Chandler. "Survey Empire State dan Philly Fed akan memberikan kita sekilas pandang mengenai kuartal ketiga. Hal tersebut lebih penting daripada mengkonfirmasi penguatan pada kuartal kedua,” ucapnya.
Rally bursa Shanghai hari ini mengendur setelah pada sesi Senin kemarin berhasil mengakhiri level tertingginya sejak 17 Juni lalu.
    
Di lantai bursa nampak saham-saham berbasis otomotif dan produsen mobil masih terlihat menguat menyusul adanya rencana baru dari pemerintah China untuk mendorong instansi pemerintah dalam pengadaan kendaraan hemat energi dalam jumlah besar.

http://goo.gl/5TERw9Tercatat saham mobil listrik dan produsen accu (battery) BYD Co. rally sekitar 1%. Beberapa mitranya juga ikut menguat, seperti Brilliance China Automotive Holdings Ltd. melonjak 1.9%, Dongfeng Motor Group Co. melesat 1.4%, dan saham Geely Automobile Holdings Ltd. menguat 1.3%.

Selain itu, saham-saham berbasis keuangan juga nampak mengalami penguatan setelah pemerintah merilis data pertumbuhan kredit bulan Juni melampaui ekspektasi para analis dan pasar.

Sepanjang bulan Juni lalu, berbagai lembaga keuangan di negeri China telah mengeluarkan dana dalam bentuk pinjaman kredit baru sebesar 1.08 triliun yuan, naik dari bulan sebelumnya yang mencapai 870.8 milyar yuan. Dan angka itu jauh melebihi ekspektasi pemerintah yang memperkirakan 915 milyar yuan.  

Namun demikian rally Shanghai nampak terbatas lantaran para investor hari ini juga terfokus pada saham-saham maskapai yang berjatuhan akibat laporan keuangan mereka yang buruk.

Sehingga indeks utama Shanghai hanya terlihat menguat tipis +0.03% dan meraih gain +0.62 poin pada kisaran 2067.27.
http://goo.gl/5TERw9BoJ kembali mempertahankan komitmen peningkatan monetary base sebesar ¥60 hingga ¥70 trilliun per tahun. Ini sesuai prediksi dan tidak berubah dari pertemuan sebelumnya pada 13 Juni silam. BoJ mempertahankan penilaian ekonominya seraya utarakan ekonomi Jepang pulih secara moderat. BoJ utarakan sentimen bisnis masih berada di level yang masih positi seraya menegaskan GDP riil dapat tumbuh 1,5% tahun depan.
 
BoJ sepertinya ingin menunggu lebih lama sembari melihat kondisi ekonomi Jepang pasca kenaikan pajak penjualan pada 1 April silam. Mayoritas ekonom telah memprediksi BoJ akan menambah stimulus moneter jika kondisi ekonomi Jepang memburuk pasca kenaikan pajak. 

Yen dan Nikkei tidak banyak berubah pasca rilis kebijakan moneter BoJ. Investor kini menantikan konverensi pers BoJ’s Kuroda untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai outlook kebijakan moneter BoJ selanjutnya.
Lantai bursa Hong Kong kembali menguat di perdagangan hari Selasa (15/7) seiring meningkatnya minnat beli di pasar setelah terinspirasi oleh rally bursa Shanghai hari ini dan Wall Street yang berakhir positif semalam. Sentimen pasar terdongkrak terkait indeks Dow Jones AS kembali rebound ke atas psikologis 17000 pada sesi Senin kemarin setelah Citigroup mencatat pendapatan kuartal di atas ekspektasi.

Sementara di lantai bursa Hang Seng, saham-saham telekomunikasi masih banyak diburu setelah 3 perusahaan telekomunikasi terbesar di China sepakat untuk bekerjasama mendirikan perusahaan menara telekomunikasi dengan modal awal mencapai 10 miliar yuan ($ 1.61 milyar).

Di awal perdagangan saham-saham dari 3 perusahaan itu, yaitu China Unicom, China Mobile dan China Telecom rata-rata menguat sekitar 0.3 s/d 0.5 persen. Selain itu, saham-saham berbasis otomotif dan produsen mobil juga turut menguat.

Penguatan sektor otomotif tersebut terutama terbantu oleh rencana terbaru pemerintah China untuk mendorong instansi pemerintah dalam pengadaan lebih banyak lagi kendaraan baru yang hemat energi.
Indeks utama Hang Seng tercatat menguat +0.37% atau menyerap gain +86.89 poin pada kisaran 23433.36. Sedangkan indeks Shanghai komposit China tercatat melemah tipis -0.11% atau -2.34 poin pada kisaran 2064.31.
http://goo.gl/5TERw9

Berlanjutnya pelemahan won juga mengurangi kekhawatiran investor terhadap outlook pendapatan eksportir Korea Selatan. Won sentuh 1020.70 di awal sesi Asia; menjauhi level terkuat 5 tahun 1007.90 yang diraih pekan lalu. Jika pelemahan won berlanjut maka ini dapat menjaga produk ekspor Korea Selatan tetap kompetitif di pasar internasional.
  
Sentimen eksternal juga turut positif pasca rally kencang Wall Street semalam. Indeks Dow Jones kembali meraih level psikologis 17.000 setelah bagusnya laporan keuangan Citigroup membuat investor ceria menjelang publikasi serangkain laporan keuangan dari perusahaan besar AS minggu ini. 
 
Kospi futures menguat 1,01% dan kini diperdagangkan di level 261.15